Bahayakan Pengguna Jalan, Warga Pelintas Minta Pemkab Aceh Jaya Terapkan Qanun Penertiban Ternak

KBRN, Aceh Jaya: Pemerintah Aceh Jaya diminta untuk mengoptimalkan dalam penerapan aturan qanun yang telah disahkan untuk penertiban sapi yang kerap berkeliaran di jalan lintas nasional Banda Aceh - Calang, Aceh Jaya. Kondisi ini dinilai sangat berbahaya dan mengancam keselamatan para pengguna jalan.

“Para pengendara roda dua dan roda empat di lintas Banda Aceh - Meulaboh, mengeluhkan banyaknya sapi yang berkeliaran di jalan raya, khususnya di wilayah Kabupaten Aceh Jaya.”Ujar Dewi Santi salah seorang penggunan jalan kepada RRI (29/05/2020).

Ungkapnya, Seperti diketahui, sejak tahun 2013 Aceh Jaya sudah punya Qanun Penertiban Ternak Nomor 5 tahun 2013 tentang Penertiban Ternak, namun hingga hari ini qanun tersebut tidak berjalan.“Sementara Warga yang melintas dijalur Banda Aceh Calang meminta pemkab Aceh Jaya untuk menjalankan qanun yang telah disahkan dalam penertiban hewan ternak sapi tersebut untuk diterapkan sepenunya agar tidak terkesan setengah hati.”tandasnya.

Selain itu, dalam qanun penertiban ternak tersebut sudah sangat jelas disebutkan dimana saja yang dilarang melepas hewan ternak, selain di jalan raya, kota dan di komplek perkantoran juga dilarang melepaskan sapi serta sanksinya juga sudah sangat jelas tertera dalam qanun tersebut. Dalam qanun tersebut juga disebutkan jenis hewan ternak yang dilarang dilepaskan di tempat-tempat tertentu yakni; kerbau, sapi, kuda, kambing dan domba.  “saya juga mengakui pernah beberapa kali dibuat kewalahan dengan keberadaan hewan ternak yang memenuhi badan jalan.”katanya.

Sementara itu, pengendara lainnya, Hariri, meminta pihak terkait di Kabupaten Aceh Jaya untuk menertibkan pemilik sapi yang masih melepas hewan ternak tanpa pengawasan.Kalau masih dibiarkan seperti ini pasti akan terus menimbulkan korban jiwa kedepannya. “perlu sikap tegas memang dari pemerintah setempat terkait hal ini.”tegasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00