Gelombang Rusak Kuburan Etnis Tionghwa di Aceh Barat

KBRN Meulaboh: Puluhan unit kuburan etnis Tionghwa di Desa Suak Ribee, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat rusak akibat digempas gelombang pasang yang terus mengikis kawasan pesisir setempat.

"Sudah ada sekitar 20 unit kuburan yang telah terkena dan yang lainnya juga kemungkinan akan ambruk ke laut karena keganasan abrasi yang terus mengikis," kata Kepala Desa Suak Ribe Teuku Razali, kepada RRI, Jum'at (29/5/2020) petang.

Di kawasan pantai setempat terdapat mungkin ribuan kubur warga etnis Tiong Hwa, baik itu dari agama Budha mau pun agama Kristen, sudah sejak sebelum tsunami Aceh 2004, daerah itu sebagai area pemakaman umum warga China di Aceh Barat.

Kata Razali, sudah disampaikan kepada keluarga/ ahli waris yang berdomisili di Aceh Barat untuk dilakukan upaya pembongkaran atau pemindahan sebelum semua kontruksi kubur ditenggelamkan oleh gelombang dan menjadi laut.

"Sudah saya sampaikan kepada ahli waris mereka yang ada di Meulaboh. Karena kalau tidak di bongkar atau dipindahkan maka bisa saja akan tergerus semua ke laut. Beberapa waktu ke depan mungkin kondisi gelombang lebih parah," imbuhnya.

Selain itu, pihak desa mencatat bahwa sudah lebih 30 meter abrasi mengikis pesisir pantai setempat sehingga puluhan barak usaha kafe di desa itu telah hancur dihempas gelombang, taksiran kerugian telah mencapai ratusan juta rupiah.

Kata Teuku Razali, ada tiga lokasi yang parah terkena abrasi dan gelombang pasang yang terjadi pada musim perubahan angin tahun ini, sehingga ada 20 unit bangunan barak kafe yang telah roboh dan 18 unit masih bisa diselamatkan.

"Kita hanya bisa mendata dan berharap pemerintah membangun tanggul permanen dari Pasak Bumi, sebab dulu sudah pernah ada tanggul dari coran dan batu gajah tetapi semua sudah hancur dan tenggelam di laut," tegasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00