BPJamsostek Meulaboh Menghimbau Peserta Waspadai Praktek Percaloan Klaim JHT

KBRN, Meulaboh : Sejak kasus COVID-19 ditetapkan sebagai pandemi global, banyak sektor yang terkena dampak hampir di seluruh dunia, termasuk sektor industri yang ada Indonesia yang menyebabkan operasional perusahaan tidak berjalan sebagaimana semestinya, pendapatan yang menurun dan berimbas pada PHK ribuan Karyawan.

Maka dari itu BPJamsostek hadir sebagai salah satu Badan Negara yang bertugas menjalankan fungsi negara di bidang Sosial Ketenagakerjaan berupaya menjangkau masyarakat pekerja di tengah Pandemi Global melalui Protokol Klaim Lapak Asik (Layanan Tanpa Kontak Fisik).

Sejak diluncurkan akhir Maret lalu, telah banyak para peserta yang menggunakan prosedur Lapak Asik yang juga terbukti efektif dalam mendukung progam physical distancing oleh pemerintah tanpa mempengaruhi kualitas dan output pelayanan di BPJamsostek.

Peserta yang ingin mengajukan klaim JHT, dipersyaratkan untuk melakukan registrasi terlebih dahulu melalui situs antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id atau melalui aplikasi BPJSTKU, disamping itu peserta dapat memilih tanggal waktu pengajuan, serta Kantor Cabang Terdekat.

Baca Juga : BPJAMSOSTEK Menggelar Employee Volunteering

Namun di tengah kondisi sekarang ini, ada pihak-pihak yang memanfaatkan keadaan dengan menawarkan jasa percaloan klaim yang tentunya akan merugikan peserta.

Untuk itu, Mulyana selaku Kepala Kantor BPJamsostek Meulaboh kembali menegaskan dipersilahkan mengajukan klaim tanpa harus melalui jasa percaloan, petugas kami siap melayani peserta secara kuantitas dan kualitas.

“Kami menghimbau kepada para peserta agar lebih berhati-hati dan teliti ketika melakukan proses klaim agar tidak ada pihak-pihak yang dirugikan dan dipersilahkan bertanya dan meminta pendampingan proses oleh petugas kami agar proses dapat berjalan sesuai prosedur,” ungkap Mulyana.

Di masa ini, mengingat peluang melakukan kejahatan semakin tinggi ditambah tuntutan ekonomi mengharuskan masyarakat terutama peserta BPJamsostek agar lebih sering mengakses informasi agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi.

“Peserta juga dapat menghubungi kami di nomor 175 atau bisa bertanya ke  media sosial resmi kami untuk informasi yang lebih lanjut,” tutup Mulyana.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00