Irwan Djohan : Cegah Corona Tutup Jalur Udara, Laut, Darat Bukan Dengan Jam Malam

KBRN, Banda Aceh: Pemerintah Provinsi Aceh dinilai tidak perlu menerapkan pemberlakuan jam malam untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

"masih ada opsi lain, apakah corona di aceh sedarurat itu. Namum kalo mau ambil langkah tegas coba seluruh pintu masuk ke Aceh, baik dari udara, laut dan darat ditutup. Berani tidak, berfikir secara flashback masih ingat WNA yang berhasil masuk dibandara SIM baru baru ini, kita tidak tahu mereka apa pekerja lama atau baru. seharusnya bagaimana Pemerintah Aceh harus memproritas itu untuk menutup 3 jalur masuk itu. Mengingat semua kasus positif Covid-19 di Aceh terjadi pada orang Aceh yang masuk dari luar, seperti Jakarta, Surabaya, Bogor dan Malaysia. Jadi itu akar permasalahannya," kata T Irwan Djohan melalui handpone selularnya kepada RRI Kamis (02/04/2020).

Kata Irwan, untuk menyelesaikan setiap masalah, maka yang harus diatasi adalah akar permasalahannya. Kalau kemudian Aceh menerapkan jam malam, meliburkan sekolah, menutup usaha masyarakat dan melarang keramaian, tetapi masih membuka bandara, pelabuhan dan terminal, maka semua kebijakan itu bakal sia-sia saja. "Seandainya kita asumsikan bahwa semua orang yang ada di Aceh ini negatif dari Covid-19. Tapi kemudian masuk orang yang sudah terinfeksi Covid-19, maka penularan akan terus terjadi, bukan harus dengan jam malam, libur sekolah tapi akses keluar masuk masih dibuka" ujarnya.

Jelas irwan, kalau ingin mengatasi permasalahnya ingatlah pepatah orang Aceh ule beu mate ranteng bek patah (ular harus mati tapi ranting kayu tidak patah) harus kita fahami terlebih dahulu inti dan solusinya baru ciptakan bagaimana untuk kondisi yang bisa bermanfaat bagi orang ramai."kita harus bis amelawan corona dengan arti dari pepatah tadi bagaimana kita bisa mengambil keputusan untuk khalayak ramai."imbuhnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00