Rahmad Maulizar: Pemerintah Aceh Diminta Karantinakan Pasien ODP Difasilitas Militer Secara Terpusat

KBRN, Meulaboh: Pasien dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP) virus corona (Covid-19) di Aceh diminta agar dikarantina terpusat di tempat fasilitas militer.

“kelengkapan peralatan pendukung rumah sakit dan tenaga medis, bantuan sosial kepada masyarakat kecil yang terdampak bencana Covid-19 penting diperhatikan. Karena beberapa hal kepada Pemerintah Aceh terkait pencegahan penularan virus corona agar tidak semakin meluas. Termasuk melakukan karantina terpusat di fasilitas militer.”Kata Rahmad Maulizar Pelaku Sosial Wilayah Aceh Kepada RRI Kamis (02/04/2020).

Ia sangat setuju dengan statement dari salah seorang anggota DPRA Aceh Teuku Irwan Johan Yang menilai Pemerintah Aceh harus memberlakukan karantina terpusat terhadap semua orang yang sudah berstatus ODP selama minimal 14 hari. Kata Rahmad, Setiap orang yang sudah berstatus ODP itu tidak dibolehkan lagi melakukan karantina mandiri, tetapi harus karantina terpusat bersama dengan semua keluarganya, supaya tidak bertemu dengan orang lain. "Karantina terpusat dilakukan di fasilitas militer milik TNI yang memiliki jumlah kamar tidur memadai, sarana olahraga, dan ruang terbuka, seperti misalnya di Korem 012 Teuku Umar dan Korem 011 Lilawangsa," jelasnya.

Kemudian, tambah rahmad, semua kebutuhan harian para ODP yang sedang menjalani masa karantina harus ditanggung oleh Pemerintah Aceh, seperti makanan, obat-obatan, dan lain sebagainya. Selama masa karantina, ODP tidak dibolehkan bertemu dengan siapapun, kecuali aparat keamanan dan tenaga medis. Lalu, yang harus dikarantina terpusat di satu lokasi adalah semua orang yang berstatus ODP dari 23 kabupaten/kota se Aceh. "Karantina terpusat itu harus diterapkan kepada siapa saja tanpa pandang bulu. Baik itu pejabat pemerintah, anggota dewan, masyarakat umum, semuanya harus menjalani karantina terpusat," tuturnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00