Mahasiswa Aceh Galang Dana Untuk Pesantren Darussalam Yang Terbakar

KBRN Meulaboh: Puluhan mahasiswa tergabung dalam aksi Aceh Barat Untuk Dayah Darusslam Al-Waliyah (Abudda) melakukan penggalangan dana kemanusiaan untuk membantu santri dan Pesantren Darussalam yang mengalami musibah kebakaran.

"Aksi ini kami lakukan selama lima hari ke depan sebagai bentuk kepedulian kita bersama kepada santri pesantren yang mengalami musibah," kata Koordinator Umum aksi, Jumiadi, kepada RRI di simpang Kisaran Meulaboh, Rabu (11/12/2019) petang.

Baca juga: 80 Kamar Santri Ludes di Aceh Selatan

Selain mendirikan posko kemanusiaan tidak jauh dari lokasi Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh, Aceh Barat, peserta juga melakukan titik fokus pengalangan dana di beberapa titik ruas badan jalan, terutama di lokasi rambu pemberhentian kendaraan trafigh ligh.

Jumiadi, berkata, pihaknya juga menerima bantuan sumbangan seperti kitab/ buku, pakaian layak pakai (laki-laki), kain sarung, sembako, peci dan uang tunai dari siapapun yang memiliki kepedulian yang sama terhadap para santri yang merupakan fisabilillah.

"Karena saat terjadi musibah itu, ada 80 bilik/ rangkang santri yang terbakar, tidak ada kitab atau pakaian merek bisa diselamatkan. Karena itu kita berharap kedermawaan warga di Aceh Barat untuk berdonasi melalui kita," jelasnya lagi.

Dalam aksi ini diikuti oleh 31 lembaga organisasi kampus dan luar kampus melakukan penggalangan dana, mereka juga mencari sumbangan secara dor to dor, ke pusat keramaian seperti pasar, kepada pengusaha dan lembaga pendidikan/ sekolah.

Kata Jumaidi, apabila memang dana tercukupi, maka mahasiswa ini memiliki impian besar membangun tempat tinggal atau rangkang/ bilik untuk para santri di pesantren Darussalam, Kecamatan Labuhanhaji Barat, Kabupaten Aceh Selatan itu.

"Rencanya selain sembako dan bantuan kitab, kalau dana mencukupi bisa dibangun rangkang baru untuk para santri di pesantren," tambahnya.

Baca juga: Pemerintah Aceh Salurkan Bantuan Kepada Pesantren Kebakaran di Aceh Selatan

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00