PETA Ajak Masyarakat Aceh "Perangi" Radikalisme

KBRN Meulaboh: Organisasi masyarakat (ormas) Front Pembela Tanah Air (F-PETA) Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh mengajak masyarakat memerangi paham radikal agar tidak berkembang di daerah setempat.

"Tugas pertama anggota PETA sesuai kondisi saat ini pertama adalah kita perangi radikalisme. Jangan sampai berkembang di Aceh karena paham ini sangat berbahaya," kata Ketua F-Peta  Aceh Barat, Amiruddin, kepada RRI, Senin (9/12/2019).

Hal itu disampaikan pada kegiatan pengrekrutan anggota F-Peta Aceh Barat yang dirangkaikan dengan seminar kebangsaan yang mengangkat tema "Membangun Individu  Yang Agamais, Cinta Tanah Air dan Berbakti Kepada Masyarakat".

Kata Amir, ada empat tugas F-Peta, pertama melawan radikalisme dengan mengajak masyarakat mencintai Tanah Air, memerangi narkoba, ketiga perang bisnis yakni membangun dunia usaha mandiri dan keempat sosial masyarakat.

"Indonesia ini seharusnya sudah memberlakukan wajib militer sehingga semua warga negara mencintai Negaranya. Paham radikalisme di Aceh ini kecil, kita belum menemukan ada yang sampai nekad bom bunuh diri seperti di luar Aceh," tegasnya.

Dengan direkrut dan dilantiknya 100 orang anggota F-PETA angkatan 2019 tersebut, maka Amir menyatakan telah ada 750 anggota organisasi tersebut yang siap untuk melaksanakan tugas bela negara sebagai komponen bangsa.

Komandan Kodim 0105/ Aceh Barat Letkol Kav Nurul Diyanto, menyampaikan, PETA adalah komponen bangsa yang terus dibina, karena keberadaan organisasi ini sudah jelas dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Keberadaan PETA, dari artinya saja sudah jelas, Bela Tanah Air. Peran organisasi ini dalam konteks bela negara adalah sebagai wadah. Komponen ini adalah warga negara yang berhak bela negara, tapi dengan tidak dipersenjatai," jelasnya.

Letkol Kav Nurul Diyanto, berkata, sejarah mencatat masa - masa bangsa Indonesia perang nasional kewilayahan dengan berpencar - pencar, perjuangan dengan cara demikian memakan waktu lama, sebelum dipersatukan oleh sumpah pemuda.

Saat ini Indonesia memiliki sumber daya alam berlimpah dan banyak dan itu adalah tugas bersama komponen bangsa dan semua itu tidak akan mudah dijaga tanpa adanya kecintaan bersama kepada Negara.

"Yang jelas kita persiapkan semua komponen bangsa, individu, organisasi diperkuat dengan wawasan kebangsaan sehingga mereka cinta tanah air. Semua kita bina binaan TNI," demikian Letkol Kav Nurul Diyanto.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00