Tim Elang Muda Hiwapatala Aceh Capai Puncak Pengunungan Tropis Tertinggi Di Aceh Jaya

KBRN, Aceh Jaya: Tim Elang Muda Hiwapatala Aceh berhasil menginjakkan kakinya, di puncak tertinggi pegunungan hutan tropis di Kabupaten di Aceh Jaya. 

Berdasarkan data satelit, Pengunungan Hutan Hulumasen adalah sebuah kawasan hutan tropis yang berada di kawasan Aceh Jaya dan sekitarnya, dengan Luas keseluruhan mencapai 738.856 ha.

Selain hutannya masih perawan, juga memiliki beragam flora dan fauna sumatera. 

Di antaranya orangutan sumatera, gajah sumatera, harimau sumatera, macan dahan, beruang madu, kukang, siamang, kambing hutan sumatera, rangkong, dan kuau besar. 

Oleh karena itu, kelompok pencinta alam tersebut, memilih untuk melakukan pendakian gunung di sana. 

Selain untuk melakukan pertualangan, juga demi belajar di alam bebas.

Dalam pendakian tersebut, tim Hiwapatala melibatkan 5 pendaki. Terdiri dari Rahmat Khadafi (22) ketua tim, M.Afzal (22) navigator, Joko Susilo (22) navigator, Mukarram (22) tebaster, dan Arga (24) senior pendamping.

Jalur yang dipilih dalam pendakian tersebut,  melalui desa  Jantho baru, Aceh Besar. 

Pendakian tersebut, menghabiskan waktu selama 20 hari perjalanan, dimulai dari tanggal 10 sampai 29 juni 2022. Baik pergi ataupun pulang, dengan jarak tempuh 66.800 kilometer. 

"Tim berhasil top puncak Hulumasen tepat di hari ke 13 pendakian (22 juni 2022)," sebut M.Afzal, Jumat (1/7/2022). 

Dia menjelaskan pendakian tersebut, harus melewati enam puncak gunung, terdiri dari  Puncak Bae, Gle Goh, Gle Sijuk, Gle Duek, Gle Raya dan Puncak Tanpa Nama. 

"Setelah melimpir pada enam gunung tersebut, kami baru tiba di kaki gunung tujuan dan langsung ke menuju puncak," sebutnya. 

Afzal mengatakan, puncak Hulumasen memiliki ketinggian 2315mdpl. "Gunung tersebut  masih perawan, kami dari awal mendaki hingga puncak harus buka jalur setapak," katanya. 

Selain bisa menikmati keindahan alam yang masih asri, sambung Senior pendamping Ekspedisi Elang Muda Hiwapatala Aceh, Arga mengatakan, pada  pendakian ini, merekan menjumpai pilar buatan belanda di puncak  Hulumasen dengan kode P.136 tahun 1934. 

"Pada saat kami lihat, pilar ini. Dalam adaan miring/terjatuh dan disampingnya terdapat botol kaca peninggalan belanda," katanya. 

Lebih lanjut dia mengatakan, pendakian yang mereka lakukan, dengan tujuan melatih mental, menambah jam terbang anggota dan mengaplikasikan ilmu petualangan alam bebas yang telah dipelajari oleh para ekspeditor sebelumnya.

"Kegiatan ini merupakan salah satu cara bagaimana kita menikmati alam yang sangat indah ini dengan mendatanginya langsung, dilapangan tim merintis jalur pendakian menuju puncak tujuan, selain itu tim juga mengambil pendataan Flora dan Fauna yang ada di sepanjang Jalur pendakian," tutupnya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar