Tak Miliki Dokumen Lengkap, Dua unit Kapal Asal Nias Diamankan Satpolairud Simeulue

Dok Humas Polres Simeulue

KBRN, Simeulue: Satpolairud Polres Simeulue gelar Patroli di perairan Simeulue guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada nelayan setempat, pada Minggu 22/6/2022 kemarin.

Saat melakukan patroli tadi, Polairud memonitor dua unit kapal dengan ciri khas berbeda dengan kapal yang ada di Simeulue.

Kapal tersebut sedang bersandar di TPI Labuhan Bakti, Kecamatan Teupah Selatan, Kabupaten Simeulue, yang ternyata berasal dari Nias, Sumatera Utara.

Karena ciri kapal tak sama dengan ciri khas kapal pada umumnya yang digunakan nelayan Simeulue, akhirnya Personel Sat Polairud Bripka Andika Saputra Gea langsung naik keatas kapal dan mengintrogasi nahkoda kapal dan memeriksa dokumen kedua kapal tersebut.

Menurut keterangan tertulis dari Humas Polres Simeulue yang diterima RRI pada Senin 23/5/2022, dari hasil pemeriksaan oleh Satpolairud tadi, ternyata dua unit kapal dari Nias itu diketahui tidak memiliki dokumen lengkap.

Kapolres Simeulue AKBP Jatmiko S.H.,M.H melalui Kasat Polairud IPTU Rachmad Arasyid membenarkan telah mengamankan dua unit kapal dari Nias itu, saat petugas sedang melakukan patroli disepanjang pesisir perairan Simeulue.

"Patroli tersebut merupakan kegiatan rutin yang biasa dilakukan oleh anggota Sat Polairud Polres Simeulue, untuk menciptakan rasa aman dan nyaman kepada nelayan yang ada di Simeulue,”ujarnya.

Lantaran tidak miliki surat pendaftaran kapal tadi, kedua unit kapal diamankan di dermaga TPI Labuhan Bakti, hingga selesai pengurusan surat pendaftaran kapal nelayan kecil yang akan di buat oleh dinas perikanan Kabupaten Nias Utara.

Dalam keterangan yang diterima RRI disebutkan, surat pendaftaran kapal tersebut diatur dalam Undang-undang Republik Indonesia 45 Tahun 2009 Tentang Perubahan atas Undang undang Nomor : 31 Tahun 2004 Pasal 1 ayat (11) Jo Pasal 14 ayat (4) Jo Pasal 61 ayat (1) dan ayat (5) Tentang perikanan dan Qanun Aceh nomor: 7 Tahun 2010 Pasal 38 ayat (1) Jo Pasal 73 ayat (4) Tentang Perikanan.

Nelayan kecil yang menggunakan kapal penangkapan ikan 5 (lima) GT kebawah diwajibkan melalukan Pendaftaran atas kapal maupun alat tangkap yang digunakan, Surat keterangan Pendaftaran sebagai pengganti Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar