Dukung Petani Garam di Simeulue, Dandim Berikan Bantuan

KBRN, Simeulue: Usaha produksi garam lokal di Simeulue milik Zulfikar mendapat perhatian khusus dari Dandim 0115 Simeulue, Letkol Inf Yogi Bahtiar.

Selaku pembina kewilayahan, Dandim menyebutkan sudah menjadi kewajibannya untuk memberi dorongan dan dukungan kepada usaha - usaha warga di Kabupaten kepulauan itu. Salah satunya Usaha produksi garam.

Sebagai bentuk dukungannya, Komandan Kodim 0115 Simeulue itu memberikan bantuan berupa Pompa Air.

Bantuan tersebut diserahkan lansung kepada Zulfikar, saat bertandang ke lokasi produksi garam di Desa Kota Batu, Kecamatan Simeulue Timur, Simeulue, pada Rabu 26/1/2022, bersama sejumlah perwira.

" Ini sudah menjadi kewajiban kita untuk memberi dorongan dan dukungan. Makanya kami berikan bantuan mesin pompa Air ini kepada pak Zulfikar,"ujar Dandim 0115 Simeulue Letkol Inf Yogi Bahtiar.

Meski bantuan tersebut tidak seberapa, Dandim berharap bisa menambah semangat dan membantu pekerjaan Zulfikar.

Dandim Yogi Bahtiar menuturkan, usaha produksi garam lokal milik Zulfikar ini masuk banyak kekurangan. Seperti izin mendapatkan Standart Nasional Indonesia (SNI) dan sejumlah persyaratan lainnya, untuk bisa menembus pasar lebih luas.

Lebih lanjut, Dandim mengatakan untuk mendapatkan SNI ini membutuhkan waktu dan prosudur yang cukup panjang. Maka itu ia sangat berharap kepada Instansi terkait di Kabupaten Simeulue supaya membantu Zulfikar mendapatkan izin SNI.

" Usaha ini sangat perlu dukungan dan dikembangkan, sehingga dapat menampung tenaga kerja,"pungkas Dandim.

Zulfikar menyebutkan, usaha garam yang dimilikinya itu dirintis sejak 14 tahun lalu. Namun hingga hari ini syarat - syarat agar garam hasil usahanya dapat menembus lokal Nasional belum juga tercapai. Lantaran terkendala biaya membuat izin SNI dan Persyaratan lainnya.

"Usaha ini sudah berdiri sejak tahun 2008. Tapi masih produksi kebutuhan lokal saja dengan harga Rp 3-4 ribu perkilo gramnya,"katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar