4 Warga Aceh Barat Dicambuk 400 Kali Akibat Zina

Satu dari empat terpidana Qanun Jinayat Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat menjalani eksekusi cambuk di halaman Kejaksaan Negeri Aceh Barat, Selasa (25/1/2022) foto Anwar Yunus.jpg

KBRN, Meulaboh: Tiga pria dan satu orang wanita yang melanggar syariat Islam dalam perkara Jarimah (zina) dieksekusi hukuman cambuk masing-masing 100 kali di halaman Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Barat, Selasa (25/1/2022) siang. 

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Barat, Firdaus, S.H, M.H,M.M,.M.Kom menjelaskan, keempat terpidana melanggar syariat Islam berdasarkan Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. 

"Masing-masing terpidana dikenakan pasal 33 ayat 1 dengan ancaman hukuman cambuk masing-masing 100 kali," katanya usai kegiatan eksekusi. Ada pun keempat terpidana tersebut yakni Fajar Wibowo, Wahyu Diana Sari, Agus Salim dan Mahdi. Keempat warga Aceh Barat ini dijatuhi hukuman yang sama berdasarkan putusan Mahkamah Syariah Meulaboh. 

"Jenis tindak pidananya yang dilakukan, terpidana 1 dan 2 sebagai pelaku Jarimah (zina), sementara terpidana 3 dan 4 sebagai penyedia tempat Jarimah zina," jelasnya lagi. 

Firdaus, menyampaikan, keempat terpidana sebenarnya sudah menjalani masa kurungan 5 bulan, mereka ditahan setelah diamankan dalam satu Wisma Penginapan di Jalan Iskandar Muda Meulaboh tahun 2021 lalu.

Namun kurungan penjara yang telah dijalani tidak mengurangi jumlah ukubat cambuk karena kasus ini merupakan pidana Hudut, sanksinya telah ditentukan. Berbeda dengan pidana takzir, hukuman cambuk dapat dikurangi dengan masa kurungan penjara. 

Awalnya proses eksekusi cambuk oleh algojo berlangsung santai, tiba saat ukubat cambuk terhadap wanita yakni Wahyu Diana Sari, pada cambuk ke-17 pelaku Jarimah ini tiba-tiba terkulai lemas dan merebahkan diri di panggung sehingga eksekusi cambuk dihentikan sementara. 

Kemudian setelah tim medis menyatakan yang bersangkutan sehat dan tidak ada masalah kesehatan, eksekusi cambuk dilanjutkan hingga tuntas sebanyak 100 kali pada ronde terakhir. 

"Kita melibatkan Dinas Kesehatan, mereka yang memastikan kondisi kesehatan dan fisik terpidana, jika tidak bisa maka ditunda dulu, jika sudah siap tetap dilanjutkan. Karena memang ada dua efek cambuk ini, sakit dan psikolog, karena itu menurutku kami ini sangat tepat untuk penerapan sanksi pelanggar Qanun Aceh," sebut Firdaus. 

Ukubat cambuk ini turut disaksikan Kapolres Aceh Barat AKBP Andrianto Argamuda, Dandim 0105/ Aceh Barat Letkol Inf Dimar Bahtera, Kepala Mahkamah Syariah, Wakil Ketua DPRK H Kamaruddin, Asisten Bupati, Kasatpol PP dan WH Aceh Barat, serta tamu lain, masyarakat dan keluarga terpidana juga turut hadir. 

Setelah eksekusi uqubat cambuk berdasarkan Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 kepada masing-masing terpidana itu, maka semua terpidana dibebaskan dengan diberikan surat bebas tahanan oleh Kepala LP Meulaboh. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar