Mahasiswa UTU Sosialisasikan Pemanfaatan Daun Kelor Sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Sawang

KBRN, Meulaboh : Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Teuku Umar melaksanakan Praktek belajar lapangan II dengan membuat kegiatan sosialisasi  tentang stunting dengan tema "Upaya  pencegahan stunting melalui pemberian PMT (Pemberian Makanan Tambahan) kepada ibu hamil dan balita berbasis pemanfaatan tumbuhan lokal (daun kelor). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dalam kegiatan Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) Liga 2. Sebagaimana dilansir http://utu.ac.id, kegiatan tersebut dilaksanakan di Gampong Sawang Ba’u, Sawang, Kabupaten Aceh Selatan, 11 Januari 2022.

Ketua Tim PBL II, Miftahul Jannah menyatakan Tujuan sosialisasi dilaksanakan untuk memberikan informasi mengenai kreasi pembuatan PMT berbahan pangan lokal dan meningkatkan Pengetahuan dan kesadaran ibu ibu hamil dan ibu- ibu yang mempunyai balita dalam pemberian PMT berbahan pangan lokal sebagai upaya untuk menambah asupan gizi guna mencukupi kebutuhan gizi agar tercapai status gizi yang baik dan mencegah terjadinya stunting

Sementara itu, Arfah husna, SKM, MKM sebagai  dosen pendamping lapangan menyampaikan bahwa Sumber daya alam yang ada di masyarakat harus dimanfaatkan dengan baik agar masyarakat dapat memproduksi dan mendapatkan sesuatu tanpa harus membeli sehingga dengan adanya pemanfaatan tumbuhan lokal yaitu daun kelor ini masyarakat bisa membuat PMT untuk balita tanpa harus mengeluarkan uang yang banyak.

Dikesempatan yang sama, Tanius Keucik Gampong Sawang Bau menyampaikan "Rasa bangga dan apresiasi yang sebesar besarnya untuk adek-adek dari UTU yang telah bersusah payah melaksanakan kegiatan ini dan semoga dengan niat yang baik ini masyarakat desa sawang bau bisa menerimanya dengan baik dan mempraktekkan ke kehidupan sehari hari." Dan juga para masyarakat berbondong mengkuti kegiatan ini telihat dengan kedatangan yang hampir 97% masyarakat yang hadir.

Dalam kegiatan sosialisasi ini juga ada praktek pembuatan PMT yaitu puding dari daun kelor serta tanya jawab antara ibu dan anggota hingga tahap pembagian PMT yang langsung diberikan  kesemua balita dan ibu hamil dan masyarakat memberikan apresiasi yang begitu besar karena puding yang dibuat hasilnya bisa diterima dimasyarakat hingga pada sesi akhir para masyarakat meminta resep bagaimana cara pembuatan yang enak.[

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar