Masyarakat Pertanyakan Hasil Uji Lab Dugaan Pencemaran Krueng Tujoh

Foto Dok RRI Mbo/ Air Sungai Krueng Tujoh.jpeg

KBRN, Meulaboh: Masyarakat dan nelayan yang tinggal di kawasan bantaran Sungai/ Krueng Tujoh, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat mempertanyakan hasil uji lab pengambilan sample air sungai yang diduga tercemar limbah batubara.

Tokoh masyarakat Krueng Tujoh, Saiful Ambia, menuturkan, masyarakat serta nelayan tradisional di daerah bantaran sungai merasa kecewa kepada pemerintah daerah dan pihak legislatif dari DPRA yang telah turun ke lokasi mengambil sample air sungai keruh yang  diduga tercemar dari limbah pembuangan PT Mifa Bersaudara.

"Hari itu kami dijanjikan, setelah 1 minggu dari pengambilan sample hasil lab akan keluar. Tapi kenyataannya sudah hampir 2 bulan, hasil itu belum ada pemberitahuan kepada kami," katanya dalam rilis pers diterima rri.co.id, Rabu (1/12/2021).

Sebagai Ketua Komunitas Nelayan Tradisional Krueng Tujoh, Saiful Ambia, menyampaikan kondisi sungai Krueng Tujoh saat itu sangat mengkhawatirkan sehingga pihak pemda dan Komisi 2 DPRA turun meninjau kondisi air.

Baca juga: DPRA Ambil Sampel Air Sungai Krueng Tujoh Yang Diduga Tercemar Limbah

Saat pengambilan sample air sungai juga turun serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Aceh Barat serta staf ahli bupati Aceh Barat serta seorang doktor ahli lingkungan bersama Komisi 2 DPRA yang diketuai Irfan Nusir.

"Sangat kami sayangkan disaat kami butuh pemerintah hadir dalam hal menengarai kecemasan dan kekhawatiran masyarakat bantaran sungai Krueng Tujoh. Saat itu pula mereka bungkam tak bersuara," tulis pria disapa Ampon Ambia ini.

Tokoh Aliansi Masyarakat Krueng Tujoh M Yunus Bidin, SH, MH, mempertanyakan kenapa semua pihak yang sudah turun meyakinkan masyarakat, kemudian akhirnya terkesan menutupi hasil uji lab yang seharusnya wajib diketahui oleh warga.

"Kami kecewa dan menduga bahwa proses ini sudah "masuk angin", padahal kita ketahui kebiasaanya uji lab hanya memakan waktu 2 sampai 3 minggu. DLHK sebagai instrumen Negara seharusnya objektif dalam konteks ini," tegasnya.

Yunus Bidin, menyampaikan, persoalan Krueng Tujoh adalah masalah serius karena terkait sumber kehidupan hidup orang banyak maka jangan dianggap sepele.

Persoalan ini juga sebagai bentuk pelayanan pemerintah kepada warganya, jika hal ini diabaikan maka berpotensi akan disengketakan pada pihak yang terkait dan itu konstitusional dalam negara hukum. 

"Terkait dengan hal ini  kami masyarakat  merasa dirugikan. Maka terkait hal ini kami minta DLHK Aceh Barat untuk mempublis hasil uji lab tersebut, sehingga polemik dugaan pencemaran tidak terus menjadi misteri," imbuhnya lagi.

Baca juga: Legenda Krueng Tujoh di Aceh Barat

Di satu sisi dugaan adanya pencemaran semakin kuat,  ketika warga melihat ada pimpinan perusahaan pertambangan yang beroperasi di kawasan setempat melakukan kegiatan mancing mania di lokasi di tempat tersebut.

"Jika mereka merasa tidak terkait dengan dugaan pencemaran itu tentu mereka mengabaikan apa yang telah kami suarakan, namun tidak begitu realitanya. Seyogianya pihak perusahaan objektif ikut mendorong adanya kepastian hukum  terkait dugaan pencemaran Krueng Kujoh," jelasnya lagi.

Sementara itu Ketua Komisi II DPR Aceh Irfan Nusir yang dikonfirmasi RRI menyampaikan, masih akan melakukan cek kembali seperti apa hasilnya kepada pihak terkait.

Demikian halnya Kadis DLHK Aceh Barat Bukhari, yang dikirimkan pesan singkat melalui aplikasi Whatshap hanya membaca pesan pertanyaan yang kami sampaikan dan belum memberi jawaban apapun.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar