Target Memutus Ketergantungan Beras dari Luar, Pemkab Simeulue Buka Areal Sawah 7.000 Hektar

Warga melintas di pematang sawah di Desa Matanurung, Kecamatan Teupah Tengah, Simeulue (Foto: Jenedi Rahman/RRI)

KBRN, Simeulue: Guna meningkatkan ketahanan pangan di masa Pandemi covid-19, Pemerintah Kabupaten Simeulue mengupayakan optimalisasi pemanfaatan lahan darat menjadi area persawahan. Tahun lalu, program Khumaha hebah/Humasa Sebel atau turun sawah serentak dengan skala besar ini, lahan pertanian mencapai 6.500 hektar. Tahun 2021 ini dilakukan perluasan menjadi 7.000 hektare, tersebar di setiap Kecamatan.

Hal tersebut sebagaimana diungkapkan Bupati Simeulue Erli Hasim kepada RRI saat melakukan monitoring dan evaluasi di beberapa area sawah di Kabupaten tersebut. 

" Tahun ini mengalami peningkatan sebanyak 500 hektar. Tahun 2021 ini lebih kurang ada 7.000 hektare sawah dan memang masih ada potensi lahan yang belum terpakai. Insha Allah ini akan terus kita giring Masyarakat supaya lahan tersebut dapat dikelola," Ujar Bupati Simeulue Erli Hasim.

Dari hasil monitoring yang dilakukan bersama rombongan, Bupati menuturkan semangat Masyarakat untuk mengolah sawah sanga tinggi. Bahkan di beberapa wilayah, dikatakannya, ada petani yang melakukan panen dua kali dalam satu tahun. Bupati menaksir, hasil panen di tahun 2021 ini akan meningkat signifikan, jauh lebih besar daripada tahun lalu.

"Maka dengan kondisi ini, akan memberikan satu dampak positif yang sangat luar biasa. Kita berharap di tahun 2022 akan ada pemutusan rantai sebanyak 70 persen ketergantungan kita dari luar. Sehingga nanti kita berharap bahwa semua Masyarakat akan menggunakan beras Simeulue sebagai konsumsi, dan inilah harapan kita," Ujarnya.

Amatan RRI, untuk menumbuhkan semangat para petani mengolah sawah, setiap kelompok tani di setiap Kecamatan ia memberikan bantuan, berdasarkan kebutuhan petani, power treser atau mesin perontok padi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00