FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Pemkab Aceh Barat Pastikan Tak Ada Paksaan Siswa Divaksin

Dialog RRI Menyapa/ Anwar Yunus.jpeg

KBRN, Meulaboh: Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh memastikan tidak ada kebijakan yang dikeluarkan memaksa siswa mengikuti program vaksinasi pelajar yang sedang berlangsung di tingkat sekolah SMP-SMA di daerah setempat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Barat, Saifuddin, menyampaikan, justru pihak dinas bersama sekolah mengeluarkan surat permintaan izin yang ditujukan kepada orangtua siswa, jika tidak setuju maka tidak diberikan vaksin.

"Tidak ada paksaan, kepala sekolah, guru diintruksikan meminta izin melalui surat tertulis kepada wali siswa. Vaksinasi hanya diberikan kepada siswa yang mendapat izin dari orangtuanya," katanya, dalam dialog RRI Menyapa Senin (27/9/2021).

Selain harus mendapat persetujuan/ izin, pihak sekolah juga meminta kehadiran wali siswa ke sekolah jika anaknya bersedia divaksin, pihak Dinas Pendidikan dan guru di sekolah tidak berani mengambil resiko jika tidak ada persetujuan orangtua siswa.

Saifuddin, menyampaikan, bahwa memang benar pernah ada intruksi pelaksanaan wajib vaksin disampaikan Sekda Aceh saat berkunjung ke Aceh Barat, bahwa semua siswa SMP-SMA dan sederajat harus vaksin walau dalam kondisi apapaun.

"Tetapikan, para kepala sekolah, guru dan kami Dinas Pendidikan tidak berani mengambil resiko seperti demikian. Karena itu tetap kita harus melewati proses persetujuan dan didampingi orangtua mereka," tegasnya lagi.

Terhadap capaian vaksinasi pelajar di Aceh Barat yang berlangsung sejak Selasa 21 September 2021 hingga dilaporkan kepadanya baru mencapai 30 persen, dari 56 sekolah SMP, hanya 13 sekolah yang baru melakukan.

Kendala pertama karena tim vaksinasi/ tenaga medis masih fokus untuk vaksin pelajar SLTA, dengan jumlah tenaga medis di daerah yang terbatas tentunya harus dilakukan secara bertahap dengan target penuntasan sampai akhir Oktober 2021.

"Masih banyak sekolah Aceh Barat yang belum melakukan karena tim vaksinasi belum terjadwal datang ke sekolah. Kemudian jumlah siswa yang ikut vaksin juga masih sedikit, bahkan 1 sekolah ada yang cuma 4 orang bersedia," imbuhnya. 

Lebih lanjut Saifuddin, menyampaikan, Pemkab Aceh Barat hanya melaksanakan pemberian vaksin kepada pelajar SMP, sementara untuk pelajar tingkat SLTA di kendalikan langsung oleh Pemerintah Provinsi Aceh.

Demikian juga lembaga pendidikan di bawah Kementrian Agama (Kemena), masing- masing mengikuti petunjuk dari pimpinan lembaga mereka, namun untuk kegiatan aktivitas belajar mengajar di sekolah secara umum di Aceh Barat sudah normal.

"Masing-masing punya kewenangan, namun kalau untuk proses belajar mengajar di Aceh Barat secara umum kita sudah normal, yakni sudah tatap muka tetapi dengan pemberlakuan shiff," demikian Saifuddin.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00