Mengenal Tari Maena, Tarian Budaya Asal Nias yang Menyambut Bupati Simeulue di Pulau Siumat

Tarian Maena di Desa Pulau Siumat, saat menyambut Bupati Simeulue Erli Hasim (Foto: Jenedi Rahman/RRI)

KBRN, Simeulue: Tari Maena merupakan warisan budaya Masyarakat Nias, Sumatera Utara, yang dilestarikan oleh Masyarakat setempat. Biasanya, tarian ini ditampilkan dalam pesta pernikahan, perayaan adat Nias dan bila  menyambut tamu terhormat.

Tarian yang memiliki makna kegembiraan, kemeriahan dan kebersamaan ini penarinya bisa dilakukan perempuan maupun laki-laki. Jumlah penarinya tidak terbatas. Semakin banyak anggota penarinya, semakin meriah pula tariannya.

Hal tersebut terbukti saat Bupati Simeulue Erli Hasim menyambangi desa itu memantau pelaksanaan vaksinasi covid-19. Penarinya tampak semangat, mereka ada yang mengenakan pakaian adat dari Nias, ada pula yang memakai baju hari - hari. Pada pertengahan tarian, penari sesekali bersorakan gembira disambut gemuru tepuk tangan, ketika Bupati dan sejumlah rombongan ikut menari di tengah - tengah penari lainnya.

Meski ramai prokes tetap terjaga. Penari hingga Bupati menjaga jarak dan selalu memakai masker saat melakukan tarian tersebut. Di Desa Pulau Siumat, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue, tarian yang diiringi dengan pantun ini, tidak saja dimainkan oleh warga yang berasal dari Nias, tetapi juga dilakukan warga pribumi yang mendiami Desa kepulauan tersebut.

" Tarian ini memang dari Nias. di Desa Pulau Siumat tarian ini menjadi ikon pemersatu antar umat beragama, dan sudah menjadi salah satu seni Budaya di desa ini, yang dilestarikan bersama dengan tarian adat budaya Simeulue lainnya," Ujar Aryunan Kepala Desa Pulau Siumat dalam sambutannya, pada saat Bupati bertandang ke sana pada Kamis 23/9/2021.

Yah, di Desa Pulau Siumat ini warganya tidak saja pribumi Simeulue, sebagian besar warga di sana berasal dari Nias Sumatera Utara, yang sudah lama mendiami Desa tersebut. Di sana pribumi non pribumi hidup saling  bergandengan. Jadi, sudah semestinya tarian tersebut dilestarikan dan menjadi salah satu seni budaya baru di Simeulue, sehingga warga di sana tetap rukun dan bersatu dengan keyakinan yang berbeda dalam bingkai Simeulue Sejahtera.

Dikutip dari Antara Sumut, tarian Maena ini tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) pada tahun 2016 lalu, yang diikuti sebanyak 5.763 penari dari Nias Sumatera Utara. Penghargaan MURI diserahkan lansung oleh Gubernur kala itu, Ir.H.Tengku Erry Nuradi.

Sementara itu Bupati Simeulue Erli Hasim dalam sambutannya berharap, agar tarian Maena ini bisa terus dikembangkan, dan dilestarikan baik di Desa Pulau Siumat sendiri maupun di Kabupaten, untuk menjaga silaturahmi antar warga.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00