DPRA Ambil Sampel Air Sungai Krueng Tujoh Yang Diduga Tercemar Limbah

Ketua Komisi II DPRA Irpannusir memberi keterangan saat meninjau Krueng Tujoh, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Senin 20/9/2021/ Foto RRI.jpg

KBRN, Meulaboh: Sebanyak 12 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) turun melakukan pengambilan sampel air Sungai Krueng Tujoh, di Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat yang diduga tercemar oleh limbah yang sangat membahayakan kesehatan warga.

Tim dipimpin langsung Ketua Komisi II DPRA Irpannusir bersama 11 anggota komisi II pada Senin (20/9/2021) siang tersebut menindak lanjuti laporan warga setempat terkait dugaan pencemaran air Sungai oleh limbah batubara.

"Kami turun dengan membawa tim ahli untuk pengambilan sampel air Sungai Krueng Tujoh yang selanjutnya nanti di bawa untuk uji lab ke Baristan, " katanya di sela - sela kegiatan kepada rri.co.id.

Ia menyampaikan bahwa kedatangan anggota legislatif tersebut untuk sekalian melihat langsung kondisi aliran air Sungai tersebut, sebab selama ini sudah dilaporkan ke DPRA.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, menyebut, bahwa di aliran sungai Krueng Tujoh itu bergantung hidup orang banyak sebagai sumber perekonomian mencari ikan, udang dan dulunya air tersebut dikonsumsi warga setempat.

"Uji lab mungkin keluar paling cepat 2 minggu ke depan. Kita turun ini juga perintah dari Ketua  DPRA merespon keluhan warga. Limbah yang dilaporkan warga adalah batubara karena di daerah sini ada perusahaan PT Mifa Bersaudara, " tegasnya.

Di kawasan setempat ada satu perusahaan bergerak di sektor pertambangan batubara yakni PT Mifa Bersaudara,  patut diduga sumber limbah tersebut berasal dari perusahaan itu dan ini menjadi catatan penting dari pihak legislatif di DPR Aceh.

"Untuk menyimpulkan air sungai ini tercemar atau tidak kita tunggu hasil lab. Saya memang melihat langsung kondisi air sungai bagaimana  kondisi warna dan baunya, " demikian Irpannusir

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00