Forkopimda Simeulue Diminta Turun Tangan Tangkal Hoax Terkait Vaksin

KBRN, Simeulue: Bupati Simeulue Erli Hasim melakukan pertemuan dengan seluruh Camat dan Kepala Puskesmas, di Pendopo Bupati setempat, pada Senin 20/9/2021 pagi. Pertemuan tersebut membahas langkah - langkah percepatan vaksin di Kabupaten kepulauan itu.

Pada kesempatan tersebut Camat dan Kepala Puskesmas berkesempatan melaporkan secara lansung persentase capaian vaksin di Kecamatan, dan kendala - kendala yang dihadapi dalam proses percepatan vaksin.

Kepala Puskesmas Salang Sri Wahyuni dalam kesempatan tersebut menyebutkan adapun kendala yang menghabat percepatan vaksin di Kecamatan adalah beredarnya isu Hoax yang masif ditengah tengah Masyarakat.

" Salah satunya hoax yang beredar katanya dua tahun setelah divaksin meninggal. Ini yang sangat mengganggu dan kami minta kepada Forkopimda agar intensif turun ke Kecamatan - kecamatan membantu kami untuk memberikan klarifikasi kepada warga terkait hoax tersebut," Ujarnya dihadapan Bupati dan Sekretaris daerah Ahmadlyah, Asisten beserta sejumlah Kepala SKPK yang hadir.

Disebutkannya, bersama Muspika pihaknya gencar sudah melakukan sosialisasi dan mengajak warga untuk mau divaksin, dengan berbagai cara. Bahkan main " tangkap".

" Untuk mengajak Masyarakat, bersama pak Kapolsek, pak Danramil dan pak Camat, terkadang agar vaksin tidak terbuang sia - sia, kami sudah main tangkap - tangkap orang saja di tengah jalan. Untungnya ada pak Kapolsek dan pak Danramil menggunakan seragam. Kalau saya sendiri mungkin sudah digebukin warga," Ujarnya.

Untuk itu ia sangat berharap kepada Forkopimda agar lebih intensif turun ke Kecamatan - kecamatan, memberikan pemahaman - pemahaman lansung kepada Masyarakat.

" Karna kalau kami - kami Kapus ini yang memberikan kadang didengar kadang angin lalu pak," Keluhnya.

Menanggapi persoalan yang disampaikan Kepala Puskesmas tadi, sekretaris daerah Ahmadlyah setuju Forkopimda turun ke Kecamatan untuk mensosialisasikan tentang amannya vaksin bagi tubuh manusia. Sekaligus memberikan klarifikasi isu hoax tersebut.

" Boleh. Silahkan programkan, buat kegiatannya dan kami datangi. Kita Bisa bagi tugas, misalnya pak Bupati ke Simeulue Timur dan saya ke Simeulue Barat. Ini Pak camat tolong kondisikan di lapangan,  Ujar Sekda, menggapi permintaan.

Kendala percepatan vaksin di setiap Kecamatan nyaris menghadapi masalah yang serupa. Selain hoax kendala lain adalah minimnya tenaga dokter.

Kecamatan Salang misalnya. Camat Salang Kausar kepada RRI menyebutkan sejauh ini capaian vaksinasi di Kecamatan yang dipimpinnya itu masih rendah. Terhitung sampai pada Jumat kemarin, masih berkisar diangka 13 persen, dari target 7 ribu.

" Kendalanya selain hoax tadi, kita kurang tenaga dokter. Dokter cuma satu, saat sedang pelaksanaan vaksin terkadang tiba - tiba dokternya harus pergi ke UGD untuk melayani pasien. Sementara vaksin mandek dan harus menunggu dokter tadi kembali. Kalau dua orang dokternya baru terbantu, satu di vaksin dan satunya lagi stanby di Puskesmas,"Demikian Camata Salang Kausar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00