Badan Litbang Kemendagri RI, Mengharapkan Pentingnya Inovasi Pada Suatu Daerah

Kegiatan Webinar Secara Virtual Dengan Badan Litbang Kemendagri RI, Rabu,05/08/2021

Meulaboh - Bupati Aceh Barat H. Ramli MS ikuti webinar sosialisasi pengukuran dan penilaian indeks inovasi daerah tahun 2021 bersama Badan Penilitian dan Pengembangan Kementrian Dalam Negeri yang dilaksanakan secara virtual di ruang rapat Bupati Aceh Barat pada Rabu (04-08-2021). Webinar ini juga diikuti oleh Kepala Bappeda Aceh Barat, Kabag organisasi Setdakab Aceh Barat, Sekretaris Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Aceh Barat serta para peserta webinar lainnya hal ini dikatakan dalam relist Diskominsa Aceh Barat, Kamis 05/08/2021.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Badan Litbang kemendagri melalui via virtual zoom , Agus Fatoni, menyampaikan bahwa kegiatan pengukuran dan penilaian indeks inovasi daerah ini merupakan agenda tahunan yang dilakukan oleh Kemendagri guna memberikan pembinaan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah. Menurutnya dengan ada nya inovasi diharapkan bisa mengatasi segala permasalahan dalam tata kelola pemerintahan daerah ujarnya. Kemudian Agus fatoni juga mengatakan Pemerintah daerah diperbolehkan untuk melakukan berbagai inovasi dalam mengelola pemerintahannya, namun inovasi tersebut, harus dilaporkan ke pusat secara elektronik agar bisa diketahui progres dan perkembangan penerapan inovasi di daerah paparnya. 

Tidak ada ancaman pidana bagi kepala daerah apabila target inovasi tersebut tidak mencapai target asalkan dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku imbuhnya Lebih lanjut, Agus fatoni juga menjelaskan bahwa pengukuran indeks inovasi daerah ini melalui beberapa tahapan antara lain tahap penjaringan sosialisasi, pengukuran indeks, presentasi oleh Kepala daerah, serta validasi lapangan lalu baru ditentukan pemenang Innovative Government Award (IGA) ungkapnya.

Inovasi bukanlah tujuan akhir, namun inovasi merupakan metode untuk merubah pola pikir agar lebih inovatif dalam rangka menyelesaikan segala persoalan yang terjadi dalam tata kelola pemerintahan. 

Dengana membentuk budaya kerja yang berkualitas, efektif dan efisien lanjutnya. Lebih lanjut, Agus Fatoni menyampaikan ada 6 area inovasi yang bisa di lakukan oleh Pemerintah daerah yaitu inovasi admimistrasi pemerintahan, manajemen pemerintahan, inovasi kebijakan, inovasi frugal, inovasi teknologi, serta inovasi sosial ungkapnya. Selain itu, ia menyebutkan strategi untuk membudayakan inovasi di suatu daerah dapat dilakukan dengan pola pemecahan masalah, Kebijakan KDH, evaluasi komitmen kinerja inovatif secara komprehensif, membangun koordinasi dan komunikasi, marketing dan branding inovasi daerah, komitmen untuk berinovasi, manajemen inovasi, sustainable inovasi, innovation hub, serta indikator kinerja utama paparnya. Dengan adanya penilaian indeks inovasi daerah ini diharapkan budaya inovasi bisa terbangun dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah guna meningkatkan kinerja di berbagai lini psemerintahan untuk memberikan pelayanan publik secara prima harap Agus Fatoni. Sementara itu, Kepala Pusat Litbang Inovasi Daerah, Matheos Tan menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempertemukan semua praktisi inovasi daerah guna menciptakan sebuah inovasi pada tata kelola pemerintahan daerah ungkapnya Pengalaman kepala daerah yang telah berhasil melakukan inovasi diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lainnya untuk melakukan inovasi demi mewujudkan kemajuan daerah dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat ujar Matheos. Selain itu, penilaian indeks inovasi daerah ini juga bertujuan untuk memotivasi serta mendorong Pemerintah provinsi dan Kabupaten/kota untuk terus berinovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah ujarnya. Ia juga mengingatkan kepada setiap daerah agar segera melakukan penginputan data pelaporan indeks inovasi daerah yang akan berakhir pada 17 september 2021 mendatang ucapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00