Pedagang Pasar Inpres di Simeulue Keluhkan Omzet Menurun Lantaran Banyaknya Pedagang Musiman

Aktifitas jual beli di pajak inpres Sinabang, Simeulue (Foto: Jenedi Rahman/RRI)

KBRN, Simeulue: Sejumlah pedagang di pajak inpres Sinabang, Kabupaten Simeulue mengeluhkan omzetnya menurun. Berkurangnya pendapatan para pedagang ini bukan karena lesunya daya beli, tetapi lantaran banyaknya pedagang musiman yang melakukan aktivitas jual beli di luar pajak seperti menggunakan bahu jalan dan kaki lima, dengan harga murah.

Hal tersebut dikeluhkan Husnalida salah seorang pedagang di Pajak tradisional sekaligus sebagai sekretaris persatuan pajak Simeulue.

" Pembelinya pecah tidak lagi fokus ke pajak. Karena ada pedagang yang bertaburan di pinggir - pinggir jalan dengan harga murah. Padahal disini pusat perbelanjaan, sebab itulah pendapatan kami cukup menurun," Keluh Husnalida, kepada RRI Rabu 4/8/2021.

Sedihnya, dikatakan Husnalida, saat sayuran seperti cabe menumpuk, pedagang musiman masuk ke Simeulue menawarkan kepada mereka.

" Tapi kalau barang sedang kosong, mereka (pedagang musiman) malah sebar ke kampung - kampung," Ujarnya.

Oleh karena itu Husnalida dan sejumlah pedagang lainnya yang suda lama mendiami pajak untuk mencari nafkah ini berharap, kiranya ada solusi dari pemerintah untuk mengatasi persoalan yang sedang mereka hadapi saat ini.

Berharap tidak ada lagi pedagang liar, pedagang musiman. Sehingga pembeli fokus berbelanja kebutuhan di pajak inpres Sinabang. Sehingga, pendapatan mereka kembali stabil.

Menanggapi keluhan para pedagang pajak inpres Sinabang terkait masih maraknya pedagang musiman yang berkeliaran di seputaran Kota, Kasatpol PP dan WH Simeulue Dodi Juliardi Bas berjanji akan melakukan penertiban dan membeti teguran keras.

"Selama ini kita sudah sering melakukan penertiban secara humanis. Namun sekali lagi kami berharap kepada pedagang agar masuk ke pajak inpres. Kami akan terus melakukan penertiban, jika ada yang tidak mengindahkan, mohon maaf kami akan mengambil tindakan sesuai aturan," Ujar Dodi Juliardi Bas.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00