Panglima Laoet : Nelayan Meulaboh Komit Lestarikan Laut Aceh dan Ajak Nelayan Miliki Kartu KUSUKA

Panglima Laoet Aceh Barat Amiruddin

KBRN, Meulaboh : Pengunaan alat tangkap yang ramah lingkungan menjadi adalah sebuah kebijakan yang  sangat baik bagi profesi  nelayan dalam menjaga biota dan melestarikan laut khususnya di perairan laut Barat Aceh.

“Alat tangkap  ramah lingkungan, kita trues   gencar  kampanyekan kepada nelayan diwilayah  Meulaboh  Aceh dan itu  sudah  menjadi  komitmen   bersama,dan kita  akan memberikan sanksi  adat  jika ada nelayan yang  melakukan pengeboman ikan dilaut  hal  seperti  ini  dapat  berakibat buruk, jadi  pengawasan  terus  kita tingkatkan,” kata  Panglima Laoet  Aceh Barat   Amiruddin  kepada RRI  di  Meulaboh, sabtu ( 31/07/2021).

Selain itu kita  juga menghimbau agar  para nelayan  untuk melakukan registrasi  dan terdaftar  dalam program kusuka.

“Kusuka merupakan Kartu Usaha Kelautan dan Perikanan yang digunakan sebagai identitas tunggal Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan.” Ucapnya .

Amiruddin juga  menejelaskan Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (KUSUKA) diterbitkan Kementrian Kelautan dan Perikanan. Peraturan Menteri KKP Nomor 39 tahun 2017 tentang Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan sebagai Landasan hukum.

“Kartu Kusuka ini ditujukan untuk perlindungan dan pemberdayaan pelaku usaha kelautan dan perikanan, percepatan pelayanan, peningkatan kesejahteraan serta menciptakan efektivitas dan efisiensi program Kementerian Kelautan dan Perikanan agar tepat sasaran dan pendataan kepada pelaku usaha kelautan dan perikanan.” Tuturnya.

Seluruh proses permohonan penerbitan, perubahan, perpanjangan, dan penggantian kartu Kusuka tidak dikenakan biaya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00