Ini Rahasia Penduduk Italia Tidak Menggunakan Masker Saat Menonton Bola

KBRN, Meulaboh : Gegap gempita Evoria  pelaksanaan euro 2020 di Eropa sangat luar biasa, even ini seolah dilaksanakan seolah pandemic covid-19 tidak pernah ada dibumi ini.

Antusias yang tinggi untuk menyaksikan negara-negara mereka melakukan pertandingan seakan-akan pertandingan itu dilaksanakan sebelum corona ada atau memang corona sudah tidak ada lagi dinegeri mereka. Sementara di daerah-daerah lain di belahan dunia Pandemi covid-19 masih menjadi momok besar yang menghantui seluruh komponen bangsa. Bahkan Amerika Serikat sendiri masih kewalahan menghadapi pandemi ini.

Kenapa ini bisa tejadi?, ternyata disejumlah eropa capaian pelaksanaan vaksinasi  Copvid-19 sangat tinggi. Di Italia misalnya, Vaksinasi di Italia, menunjukkan hasil yang menggembirakan. Studi menunjukkan, setelah suntikan vaksin Pfizer, Moderna dan AstraZeneca, angka infeksi, bahkan kematian Covid-19 menurun drastis.

Kampanye vaksinasi Covid-19 dilakukan oleh National Institute of Health (ISS), Italia dan Kementerian Kesehatan terhadap 13,7 juta orang yang divaksinasi secara nasional di negara ini. Para ilmuwan mulai mempelajari data sejak kampanye vaksinasi Covid-19 dimulai di Italia, Analisis menunjukkan bahwa risiko infeksi virus SARS-CoV-2, rawat inap hingga kematian akibat Covid-19, menurun secara progresif setelah dua minggu pertama vaksinasi awal dilakukan. Setelah vaksinasi Covid-19 dimulai di Italia, ISS mengatakan pada 35 hari setelah dosis pertama, terdapat penurunan infeksi sebesar 80 persen, penurunan rawat inap sebesar 90 persen, dan penurunan kematian sebesar 95 persen.

Berdasarkan data yang dirilis https://ourworldindata.org/  total vaksin yang diberikan sebanyak 45,6 juta orang, 25.8 persen telah dilakukan vaksin secara tuntas sementara 31.209.990 orang atau setara 51 persen telah melaksankana vaksin dosis tahap pertama.

Data terakhir per 19 Juni 2021 menunjukkan angka kematian akiat covid-19 di Italia hanya 14 orang per hari. Sementara dihari yang sama di Indonesia yang meninggal akibat covid-19 mencapai 245.

Apakah ini ada pengaruh karena pelaksanaan vaksin di Indonesia masih rendah, jawabannya bisa jadi betul. Karena menurut  Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi dalam acara diskusi virtual Smart FM Perspektif Indonesia bertajuk 'Menyiasati Lonjakan Covid-19', Sabtu (19/6/2021)  mengungkapkan bahwa sejauh ini program vaksinasi nasional baru mencapai 7 persen dari target 181,5 juta warga Indonesia.

Jadi kesimpulannya adalah, mari kita suskseskan vaksinasi nasional covid-19, agar kita terbebas dari pandemi dan bebas beraktifitas seperti tanpa dihantui rasa takut tertular corona. Seperti halnya negara-negara lain yang sudah bangkit dari pandemic ini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00