Pemerintah Pusat Agar Lanjutkan Pembangunan Jalur Dua Aceh Barat

KBRN Meulaboh: Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap Pemerintah Pusat segera merespon usulan lanjutan pembangunan jalan dua jalur lintas Nasional Meulaboh-Tapaktuan.

"Kita berharap tahun 2022 ini sudah bisa dimulai prosesnya. Paling tidak dua kilo meter dulu dari Langung atau tepat Depan Dunia Barusa hingga ke Simpang Alue Penyareng. Karena perluasannya sudah sangat mendesak mengingat kepadatan lalu lintas semakin ramai," kata Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Dr Kurdi, Kamis (17/6/2021).

Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Barat telah mengusulkan lanjutan pembangunan jalan itu tepatnya dari Desa Langung, Kecamatan Meureubo hingga Perbatasan Aceh Barat- Nagan Raya tepatnya di Desa Peunaga Cut Ujong.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Aceh Barat, Kurdi mengatakan, Pemkab setempat telah mengajukan pembangunan ruas jalan itu tahun lalu ke pada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) , namun hingga saat ini pihaknya belum mendapat tindak lanjut.

"Akibat dari padatnya kendaraan selama ini, jalur lintas nasional yang terhubung hingga Provinsi Sumatera utara tersebut juga rawan Kecelakaan," imbuhnya.

Sementara itu Satuan Kerja Perencanaan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN), Dediansyah, membenarkan jika pemerintah kabupaten setempat telah mengajukan proposal lanjutan pembangunan ruas jalan Nasional tepatnya mulai dari Desa Langung hingga Desa Penaga Cut Ujong.

Namun, kata dia, hingga saat ini pemerintah belum memiliki anggaran untuk pembebasan lahan pembangunan jalur itu.

Menurut Dediansyah pengajuan lanjutan pembangunan ruas jalan nasional Meulaboh-Tapaktuan itu telah disampaikan Pemkab setempat sejak tahun 2019 lalu.

"Ia benar sudah diajukan, tapi terkendala anggaran, jadi kita kaji lagi nanti apakah dari Pusat atau dari Kabupaten anggarannya (pembebasan lahan), kalau untuk anggaran pembangunan jalannya sudah pasti kita," demikian Kasatker P2JN, Dediansyah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00