Timbunan Pasir Abrasi Pantai Aceh Barat Dibiarkan Menumpuk

KBRN Meulaboh: Jalan lintas antar Desa Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat hingga kini masih tertimbun material pasir abrasi pantai yang terjadi pada Juli tahun 2020 lalu.

Jalan lintas aspal tersebut ditutupi pasir sehingga tidak bisa dilintasi kendaraan dan pejalan kaki, apalagi aspal badan jalan sudah terkelupas setelah dihantam gelombang abrasi pantai.

"Sejak kejadian abrasi bulan Juli 2020 lalu belum dibersihkan, pernah dibersihkan saat itu juga, tapi abrasi masih berlangsung sehingga semakin parah, badan jalan terkelupas," kata Indra, warga Ujong Kalak, ditemui rri.co.id, Rabu (16/6/2021) sore.

Rumahnya pun sudah separuh tertimbun pasir dan belum ada yang membersihkan, apalagi mendapat bantuan penanganan dan pembersihan sehingga saat ini terkesan menjadi dampak abrasi yang terabaikan.

Ia mengakui bahwa saat ini tengah berjalan pembangunan tanggul pengaman pantai di kawasan Desa Suak Indra Puri dan Desa Pasir, namun mereka tidak tahu apakah pembangunan itu sampai ke permukiman mereka.

"Patok kayu sudah ada di sini, tapi tidak tahu apakah pembangunannya sampai ke sini. Sudah banyak yang datang memfoto dokumen, tapi bantuan apapun saya belum pernah dapat," sebutnya lagi.

Terpantau di kawasan setempat masih cukup banyak rumah penduduk dan ada mushala tempat ibadah, aktivitas masyarakat di kawasan setempat juga seperti biasanya.

Padahal permukiman masyarakat tersebut hanya terpaut sekitar 30 meter dari hempasan gelombang, bahkan ada rumah yang telah ditinggal pemiliknya karena sudah tertimbun pasir.

"Setidaknya dibersihkan lah pasir ini dari badan jalan dan rumah penduduk. Saat ini saya coba tanam kembali pohon-pohon pantai setidaknya sebagai penghijauan menjaga rumah saya tidak digerus abrasi," demikian warga Ujong Kalak.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00