Bupati Ancam Copot Kepala Dinas Yang Nekad Mudik

KBRN Meulaboh: Bupati Aceh Barat H Ramli, MS akan memberikan sanksi tegas berupa pencopotan jabatan setiap kepala dinas di lingkup Pemerintah Kabupaten Aceh Barat yang ketahuan melakukan mudik pada lebaran I442 Hijriah/ 2021 Masehi.

"Jika ada Kepala Dinas yang nekad mudik, akan saya copot jabatannya," tegas H Ramli, MS di sela-sela menjumpai penyedia jasa angkutan darat di terminal Bus Meulaboh, Jum'at (7/4/2021).

Kata Bupati, telah ada aturan yang mempertegas sanksi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang melakukan mudik tahun ini, salah satunya adalah sanksi disiplin pegawai, bahkan bisa sampai kepada pencopotan jabatan strategis.

Hal tersebut disampaikan melihat perkembangan saat ini kondisi sopir dan pengusaha penyedia jasa angkutan darat (loket) di Terminal Bus Meulaboh kesusahan dan tertekan setelah terbitnya aturan larangan mudik lebaran terhitung sejak 6-17 Mei 2021 di seluruh Indonesia.

Ramli, MS berkata, bahwa tidak ada celah yang dapat dilakukan oleh Pemkab Aceh Barat untuk membantu para sopir dan penyedia jasa tetap beroperasi, sebab itu adalah turunan dari aturan pemerintah pusat.

Karena itu, implementasinya tidak boleh tebang pilih, masyarakat sipil mau pun pegawai negeri harus diperlakukan sama, tetap tidak boleh mudik untuk mencegah dan mengendalikan kasus Covid-19.

"Aturannya sudah jelas, larangan kepada ASN terutama sekali tidak mudik. Kita harap semua dapat bersabar sampai masa pandemi kita selesai, karena ini menyangkut nyawa manusia," imbuhnya lagi.

Pada hari kedua diberlakukannya larangan mudik, para pengusaha dan sopir bus sangat tertekan pasalnya aturan di Aceh membatasi atau larangan mudik sampai antar kabupaten, bukan hanya antar provinsi.

Beberapa kendaraan Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang terlanjur mengambil penumpang, terpaksa nekad berangkat, namun di tengah perjalanan di cegat petugas sehingga berbalik arah dan mengembalikan ongkos penumpang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00