Lakhomizaro Zebua Ditetapkan Jadi Wali Kota Terpilih Gunungsitoli

KBRN, Gunungsitoli: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Gunungsitoli menetapkan pasangan Lakhomizaro Zebua dan Sowa Laoli sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Gunungsitoli untuk periode 2021-2024. 

Penetapan tersebut dilaksanakan dalam rapat pleno terbuka yang digelar di Gedung St. Yakobus Laverna pada Kamis (21/1/2021). 

Ketua KPU Kota Gunungsitoli, Firman Novrianus Gea, mengatakan jika tanggal 21 Januari 2021 ini menjadi hari bersejarah bagi warga Kota Gunungsitoli. Itu karena hari ini telah ditetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih. 

Sebagai penyelenggara pemilu, kata Firman, KPU mengpresiasi seluruh pihak atas berjalan lancarnya seluruh tahapan pilkada di Gunungsitoli. Terlebih kepada pihak keamanan yang sudah mewujudkan kondusifitas selama pelaksanaan tahapan pilkada.

"Tentu juga kepada seluruh masyarakat dan pemerintah kota Gunungsitoli dalam memberi anggaran dan fasilitas yang dibutuhkan pada penyelenggaraan Pilkada kami ucapkan terima kasih. Termasuk kepada media yang sudah mempublikasikan setiap tahapan hingga hari ini," ujarnya.

"Terimakasih juga kepada pasangan calon yang sudah mematuhi aturan main, tidak ada pelanggaran yang diadukan kepada Bawaslu, hal ini mari kita pertahankan di waktu mendatang," tambahnya. 

Sementara itu mewakili Bawaslu Kota Gunungsitoli, Go'ozisokhi Zega, menyampaikan ucapan terimakasih kepada calon dan partai pengusung bahkan simpatisan dan masyarakat kota Gunungsitoli yang sudah menciptakan penyelenggaraan Pilkada yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

"Meski ada pelanggaran-pelanggaran kecil namun kami berterimakasih sudah memberi contoh demokrasi yang baik di kota Gunungsitoli termasuk pihak keamanan yang berhasil mengantisipasi potensi keamanan", ucapnya.

"Kami juga bersyukur tidak ada gugatan MK. Ini membuat Kota Gunungsitoli selangkah lebih maju dari kabupaten lainnya di kepulauan Nias," pungkasnya. 

Walikota terpilih, Lakhomizaro Zebua bersyukur karena Pilkada telah terlaksana dengan baik. Menurutnya ini berkat kerja keras KPU dan Bawaslu dalam memberikan pendidikan politik sehingga warga bersedia menggunakah hak pilihnya.

"Awalnya kita ragu dengan tingkat partisipasi masyarakat mengingat peserta pilkada hanya 1. Namun ternyata tingkat partisipasi bisa mencapai 67 persen, meningkat dari yang sebelum-sebelumnya”, ucap Lakhomizaro.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00