Wali Kota Sibolga Dituding Bantu Paslon Nomor Urut 2

KBRN, Sibolga: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sibolga menuding Muhammad Syarfi Hutauruk telah menyalahgunakan kewenangan jabatan sebagai Wali Kota, karena membantu pemenangan salah satu pasangan calon peserta Pilkada.

Ketua DPRD Sibolga, Akhmad Syukri Nazri Penarik mengatakan, Sayarfi beserta istri sengaja campur tangan mengarahkan dukungan dari warga penerima program bantuan sosial.

Melalui petugas dinas terkait, warga diharuskan memilih paslon nomor urut dua (2) di Pilkada Sibolga agar tetap terdaftar sebagai penerima bantuan PKH (Program Keluarga harapan), BST (Bantuan Sosial Tunai), dan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai).

Kata dia, tudingan ini berdasarkan laporan warga yang merasa khawatir dengan ancaman tersebut.

“Kami mendapatkan informasi, diduga saudara Wali Kota Sibolga, Sayrfi Hutauruk dan Delmeria Sikumbang mengunakan jabatannya melakukan intervensi dan memerintahkan Kepala Dinas Sosial Sibolga beserta pendamping penerima bantuan sosial,” kata Syukri bersama sejumlah anggota DPRD Sibolga di ruang rapat Kantor DPRD Sibolga, Selasa (1/12).

Menanggapi aduan ancaman tersebut, kata Syukri, Pemerintah Kota Sibolga tidak memiliki kewenagan merubah data penerima bantuan sosial yang berasal dari Pemerintah pusat.

“Kepada warga kota Sibolga jangan percaya ini, karena mereka tidak mempunyai hak untuk mengeluarkan,” jelasnya.

Selain itu, ia juga meminta unsur penegakan hukum terpadu (Gakkumdu) untuk menindaklanjuti dugaan kecurangan Pilkada yang dilakukan Wali Kota Sibolga.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00