FOKUS: #PILKADA 2020

Bawaslu Temukan 33 Pelanggaran Selama Kampanye Pilkada Medan

Koordinator Divisi Data, Hukum dan Informasi Bawaslu Kota Medan M. Taufiqqurohman Munthe. Foto : RRI / Widya

KBRN, Medan : Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Medan menemukan 33 dugaan pelanggaran selama masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Medan 2020. Dari jumlah tersebut, sebagian besar diantaranya merupakan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) Covid-19. 

Koordinator Divisi Data, Hukum dan Informasi Bawaslu Kota Medan M. Taufiqqurohman Munthe mengatakan, 33 dugaan pelanggaran itu ditemukan dari pengawasan 401 kegiatan kampanye selama 55 hari sejak 26 September lalu.

"Hasil pengawasan yang kita lakukan selama 55 hari, ada 33 jumlah laporan hasil pengawasan (LHP) yang terdapat dugaan pelanggaran," kata Taufiq di kantor Bawaslu Medan, Selasa (1/12/2020).

Ia merincikan, dari 33 LHP itu, 23 diantaranya merupakan dugaan pelanggaran prokes yang dilakukan kedua paslon, yakni paslon nomor urut 01 Akhyar Nasution - Salman Alfarisi dan paslon nomor urut 2 Bobby Nasution - Aulia Rachman. 

Sementara sisanya, ada dugaan pelanggaran netralitas ASN 2 kasus, kampanye di tempat ibadah 4 kasus, pelibatan anak di bawah umur 1 kasus, dan lainnya. Taufiq menuturkan, untuk pelanggaran prokes, pihaknya sudah mengeluarkan 23 surat peringatan tertulis kepada masing-masing tim kampanye. Dua surat peringatan dikeluarkan Bawaslu Kota Medan, sisanya dikeluarkan oleh Panwaslu kecamatan, antara lain Panwaslu Kecamatan Medan Selayang, Medan Deli, Medan Marelan, Medan Polonia, Medan Kota dan Medan Timur.

Dikatakan Taufiq, untuk dugaan pelanggaran lainnya, ada yang dilanjutkan dan ada yang dihentikan karena tidak memenuhi unsur. Seperti dugaan pelanggaran netralitas ASN, tidak diproses lebih lanjut karena tidak ditemukan dugaan pelanggaran. Begitu pun dengan pelibatan anak di bawah umur, tidak dilanjutkan karena tidak lengkap bukti, saksi dan persyaratan lainnya. Namun untuk dugaan pelanggaran di tempat ibadah, dari 4 laporan, 1 kasus dilanjutkan ke tahap penyelidikan. 

Taufiq mengungkapkan, selain kampanye, Bawaslu juga melakukan pengawasan untuk setiap tahapan Pilkada Medan. Mulai dari pengawasan proses coklit, Daftar Pemilih Tetap (DPT), logistik Pilkada, dana kampanye paslon, hingga proses pemungutan dan penghitungan suara nanti.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00