Akhyar Nasution Optimis Menang, Bobby: Yang Penting Elektabilitas

Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan nomor urut satu Akhyar Nasution-Salman Alfarisi (kiri) dan nomor urut dua Bobby Nasution-Aulia Rahman (kanan) berpose usai mengikuti Debat Publik Putaran Kedua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (21/11/2020). ANTARAFOTO/Adiva Niki/Lmo/foc.

KBRN, Medan: Calon Wali Kota Medan dari nomor urut 1. Akhyar Nasution, optimis bisa memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Medan pada 9 Desember 2020. Ia mengatakan itu berdasarkan apa yang dia lihat mengenai antusias masyarakat yang memberikan dukungan.

“Kita optimis sekali bisa menang. Survei sudah kita lakukan, komunikasi dengan warga. Setiap hari, saya dan semua tim keliling menyapa masyarakat, berinteraksi dan sambutan warga sangat baik dan mereka semangat, yakin Akhyar-Salman menang,” kata Akhyar saat Dialog Pilkada 2020 dengan tema ‘Mencari Tangan Dingin Sang Calon Wali Kota Medan bersama RRI Pro 3 Jakarta, Sabtu (28/11).

Akhyar mengatakan, Insya Allah kemenangan besar dan masyarakat sangat antusias mendukung. Dengan kreatif menunjukkan dukungan lewat lagu-lagu. Jadi menurut dia, masyarakat bergembira memberikan dukungan pada Akhyar-Salman.

“Ini menunjukkan sebuah politik bergembira. Untuk kami meminta kepada semua pihak, aparatur keamanan, apparat hukum, pemerintah, ayo kita ciptakan kondisi Pilkada Medan yang aman, bergembira. Jangan ada intimidasi kepada siapa pun. Biarkan rakyat memilih dengan gembira, senang,” ujarnya.

Calon petahana ini juga menyampaikan visi misinya untuk menciptakan Kota Medan yang cantik dan berkarakter, sehingga semua warga bahagia, nyaman kotanya. Pada kesempatan itu, ia menegaskan, bersama pasanganya akan terus membangun kota kelahirannya.

Akan tetapi, ia meminta agar semua aparatur supaya bertindak fair dan adil, jangan berpihak kepada siapa pun.

“Tunjukkan lah bahwa aparatur itu adil dan fair,” pintanya.

Menghadapi Pilkada Medan yang tidak lama lagi, Akhyar menegaskan, pemilih di Kota Medan sangat rasional, berpikir dengan akal sehat, sehingga mendukung Akhyar-Salman.

Ia pun mengatakan, jika nantinya terpilih kembali, hal yang harus dilakukan yaitu memperbaiki kondisi jalan yang masih rusak. Kata dia, jalan-jalan memang sudah banyak diperbaiki, tapi karena proyek Metropolitan Sanitation Management and Health Project (MSMHP) dari Kementerian Pekerjaan Umum, yang sudah lebih dari lima tahun tidak selesai.

“Inilah yang menyebabkan jalan di Kota Medan itu compang camping. Jalan sudah kita benahi, tapi dipecah-pecah lagi. Sehingga terjadi kemacetan, jadi saya minta Kementerian PU ini cepat lah kerjanya, jangan main-main. Agar jalan di Medan ini bagus,” kata Akhyar, sembari menambahkan persoalan lain yang belum selesai akan terus dibereskan.

Pada saat bersamaan, Calon Wali Kota Medan dari nomor urut 2, Bobby Nasution, menyampaikan terus melakukan pendekatan kepada masyarakat, mendegarkan keluhan, menampung aspirasi dan melihat langsung kondisi langsung Kota Medan.

Bobby mengatakan, pada perhelatan ini bukan hanya popularitas yang harus diperhatikan. Menurutnya, meskipun petahana sudah dikenal di Kota Medan, tapi hal peting yang tidak boleh dilupakan adalah elektabilitas.

“Bukan hanya popularitas yang dilihat, karena ini memimpin sebuah kota, layak atau tidaknya memimpin sebuah kota. Meningkatkan inikan tidak gampang,” kata Bobby menjawab pertanyaan presenter Rendi Kojansow, yang bertanya soal Bobby menantu Presiden Joko Widodo.

Namun kata Bobby, dalam perosalan memimpin, bukan hanya persoalan sudah berpengalaman di dunia politik, tapi bagaimana memberikan solusi mengatasi permasalahan-permasalahan di tengah masyarakat.

“Dari kemarin-kemarin pemimpin di Kota Medan yang saya lihat sudah berpengalaman di politik, tapi yang saya dengan dari masyarakat, seperti tidak ada kepemipinan di Kota Medan. Jadi bagi saya kaum milenial, bukan hanya pengalaman di politiknya yang penting, tapi bagaimana memberi solusi. Dan saya rasa, pemikiran-pemikiran milenial lah yang sangat dibutuhkan, tentu saja dengan kita mengadaptasi dengan kondisi,” kata Bobby.

Di samping menyampaikan soal pengalaman, ia pun menjelaskan mengenai masalah yang mendesak untuk diselesaikan di Kota Medan. Kata dia, lewat temuannya dari masyarakat, yakni mengenai banjir, yang mengganggu kehidupan sehari-hari dan bisa berpengaruh pada perekonomian masyarakat.

“Tapi dari banyak persoalan yang ada, masalah inti yang kami lihat adalah tentang birokrasinya. Jalannya sebuah pemerintahan dengan baik itu bisa dilihat dari birokrasinya. Jadi, yang sangat penting itu adalah birokrasi harus tranparan,” paparnya.

“Solusi lain yang dilakukan adalah digitalisasi. Misalnya menyediakan wifi gratis di taman-taman kota, maupun di halte. Ini nanti harus kita sediakan jika terpilih. Jadi, inilah satu cara untuk memberikan edukasi kepada warga mengenai digitalisasi itu,” tutur Bobby.

Program lain yang nantinya akan dijalankan pasangan Aulia Rachman ini adalah pemberian reward kepada para apartur pemerintah, mulai tingkat kecamatan hingga kelurahan, yang mempunyai prestasi-prestasi yang mengembangkan wilayahnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00