Forum Masyarakat Peduli Kamtibmas Desak Pemkot Medan Tertibkan Kafe di Lingkungan Kampus Unika Santa Thomas

Rektorat Unika Santa Thomas Medan saat menggelar jumpa pers terkait gangguang kamtibmas yang terjadi di lingkungan kampus, Selasa (18/1/2022).

KBRN, Medan: Forum Masyarakat Peduli Kamtibmas yang terdiri dari Rektorat Universitas Katolik (Unika) Santa Thomas Medan, Alumni dan mahasiswa Unika Santa Thomas Medan, serta warga sekitar mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Medan untuk mentertibkan kafe-kafe yang beroperasi di sekitar lingkungan Kampus Unika Santa Thomas Medan di Jalan Setia Budi, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Medan Selayang.

Desakan itu mereka layangkan buntut dari terjadinya aksi penembakan dengan menggunakan senjata airsoftgun yang dilakukan oleh salah satu pemilik kafe terhadap seorang warga. Pelaku berinsial HMS menembak korban bernama Juang Parlindungan Naibaho di bagian kepala. Hingga korban yang merupakan seorang pria berusia 50 tahun berhasil selamat setelah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis usai beberapa proyektil bersarang di bagian pipinya.

Dalam jumpa pers yang berlangsung di Kampus Unika Santa Thomas Medan, Selasa (18/1/2022), Rektor Unika Santa Thomas Medan, Professor Sihol Situngkir, mengungkapkan desakan tersebut tidak hanya didasari oleh terjadinya aksi kriminalitas belaka, melainkan kafe-kafe itu juga turut mengganggu keberlangsungan proses belajar dan mengajar di Kampus Unika Santa Thomas Medan. Sihol mengatakan kafe tersebut mulai beroperasi dari pukul 16.00 WIB sore dengan menyalakan suara musik yang sangat keras hingga terdengar sampai ke kelas-kelas yang ada di Kampus Unika Santa Thomas Medan.

“Kita coba keluar dari gangguan-gangguan ini, karena sampai ada fasilitas istirahat tidak bisa digunakan karena memang jam 4 itu sudah mulai kafe ini. Artinya dengan musiknya yang cukup keras dan sangat mengganggu apalagi perkuliahan kami sampai jam 5 Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi,” ungkapnya kepada awak media.

Sementara itu, Ketua Alumni Unika Santa Thomas Medan, Andriano Sembiring, mengaku turut prihatin dengan sejumlah gangguan-gangguan Kamtibmas yang terjadi di sekitar lingkungan kampus karena kafe-kafe tersebut. Dia mengecam keras aksi  penembakan yang dilakukan oleh HMS terhadap Juang Parlindungan Naibaho. Dia menyebut korban merupakan alumni Unika Santa Thomas Medan yang bertugas sebagai penjaga malam.

“Kami prihatin karena kejadian ini gak jauh dari lingkungan kampus. Apalagi ini kafe identiknya cukup negatif, mungkin ada minuman keras, dan ini sangat berpengaruh. Jadi kami minta izin kafe-kafe ini perlu ditinjau ulang, karena jam 4 sore suaranya (musik) sudah sampai ke mana-mana. Kami berharap polisi segera menangkap pelaku penembakan,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan kuasa hukum Juang Parlindungan Naibaho yang meminta pihak kepolisian agar segera mengungkap tuntas dan menangkap pelaku penembakan. Kuasa hukum korban, Ganda Maruhum, menyebut aksi kriminial yang dialami korban merupakan tindak penganiayaan berat.

“Kita sudah melakukan langkah-langkah advokasi dan menerima informasi dari masyarakat bahwa kafe tersebut mendagangkan minuman-minuman beralkohol. Menurut Undang-Undang (UU) kafe itu tidak boleh menjual minuman beralkohol. Dan jelas izinnya bermasalah dan tindak kekerasan ini harus mendapat perhatian dari pihak kepolisian karena dengan menggunakan alat khusus yakni airsoftgun yang berdasarkan Perkap Kapolri itu disamakan dengan senjata api,” tegas Ganda.

Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa itu terjadi di Jalan Flamboyan Raya, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Medan Selayang, pada Minggu (16/1/2022) dini hari. Dari hasil penyelidikan sementara pihak kepolisian menyebut insiden penembakan itu diawali saat pelaku dengan korban terlibat cekcok. Pelaku HMS lalu menembak korban sebanyak enam kali dengan menggunakan airsoftgun.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar