Polda SumutPeriksa 34 Saksi Terbunuhnya Wartawan, Polda Bentuk Tim Khusus

KBRN, Medan: Tim penyidik direktorat reserse kriminal umum Polda Sumatera Utara serta Polres Simalungun terus melakukan penyidikan terkait penyebab tewasnya seorang jurnalis Mara Salem Harahap, yang diduga dibunuh oleh pelaku. Sampai saat ini, tim penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan barang bukti yang diamankan dari lokasi TKP.

Kasubdit Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan mengatakan, saat ini pihaknya tengah memeriksa 34 orang saksi. Para saksi merupakan orang yang mengetahui kronologi sejak awal penemuan korban. Diantaranya anggota keluarga, masyarakat, serta sejumlah rekan korban.

“Sudah ada 34 saksi yang kita mintai keterangan dan beberapa barang bukti sudah kita amankan. Mayatnya sudah kita bawa ke rumah Sakit Bhayangkara untuk autopsi,” jelas Nainggolan pada Dialog Lintas Medan pagi RRI, Selasa (22/6) pagi.

Dikatakan Nainggolan, saat ini kasus tersebut sedang dalam penyelidikan polres Simalungun yang di back up oleh Polda Sumut. Direktur Dirkrimum dan kasubdit Jatanras juga sudah turun ke lokasi untuk olah TKP termasuk dari tim labfor Polda Sumut. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk memberikan kepercayaan ini sepenuhnya kepada polisi untuk segera mengungkap pelaku dan motif pembunuhan.

“Berikan kepercayaan kepada kami, dan doakan supaya kasus ini cepat terungkap. Doakan kami supaya bisa segera mengungkap pelaku dan motif atas kasus itu,” ujarnya.

Termasuk adanya keterkaitan terbunuhnya korban atas berita yang ditulis di media sebelum meninggal dunia, juga menjadi salah satu bukti untuk proses penyelidikan. “Ini masih dalam penyelidikan kita. yang pasti akan kita ungkapkan apa motifnya dan lain sebagainya,” ucap Nainggolan.

Selain saksi, sejumlah barang bukti dari lokasi TKP juga telah diamankan kepolisian guna memperkuat penyelidikan. Mulai dari pakaian korban serta seluruh barang yang ada di dalam mobil. “Mobilnya, sandal, celana yang bolong dan pakaiannya. Kemudian barang yang ada di dalam mobil kita sita semua untuk kita jadikan bahan penyelidikan,”ungkapnya.

Sebelumnya Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra, turut berduka cita atas peristiwa terbunuhnya wartawan di Sumut. Kapolda juga telah membetuk tim di jajaran Poldasu untuk mengungkap kasus tersebut dengan tuntas.

“Dari hasil pemeriksaan tadi dan informasi istrinya saat menemukan korban masih dalam kondisi sadar. Perjalanan di bawah ke rumah sakit ternyata tuhan menentukan lain.  Mohon doanya semoga kasus ini segera tuntas dan terungkap pelakunya,” pinta Kapolda.

Sebelumnya, Kapolres Simalungun AKBP Agus Waluyo mengatakan, perkara ini telah ditangani tim gabungan dari Polda dan Polres Simalungun. Pihaknya memastikan tim penyidik akan bekerja sesuai dengan SOP yang ada.

“Sejak awal kejadian bahwa Polres Simalungun telah melaksanakan TTKP dan olah TKP. Beebrapa saat setelah kejadian kami memastikan anggota kami betul – betul melaksanakan sesuai benar dan SOP,” ujar Kapolres.

Sampai saat ini, pihaknya terus mengumpulkan bukti – bukti kuat dari lokasi TKP maupun hasil autopsi korban, untuk mengungkap pelaku pembunuhan dan motif pelaku sesungguhnya. “Tentang sebab- sebab meninggalnya almarhum itu perlu hasil daripada ahli dari Labforensik. Sampai saat ini hasil autopsi belum kami dapatkan. Termasuk penanganan di lapangan atau TKP masih menunggu hasil tim Inafis.

Sebelumnya, ratusan jurnalis dari sejumlah media di Kota Pematangsiantr melakukan aksi damai yang menuntut polisi segera mengsut tuntas pelaku pembunuhan terhadap insan pers. Koordinator Lapangan aksi, Imran mengatakan, pihaknya menuntut polisi agar terbuka dalam memberikan informasi penanganan kasus kematian rekannya, guna diketahui oleh masyarakat luas.

“Kami mendesak pihak Poldasu dan Polres Simalungun untuk menyiarkan secara resmi ke publik tentang kematian Mara Salem harahap untuk menghindari simpang siur informasi,” ucap Imran.

Sebelumnya, Mara Salem Harahap dikabarkan dibunuh oleh Orang Tak Dikenal (OTK) saat hendak pulang ke rumahnya di Huta VII, Nagori Karang Anyar, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun pada 19 Juni lalu. Warga melihat mobil milik Marsal berhenti dalam waktu yang cukup lama. Warga pun mendekat. Marsal ditemukan sudah bersimbah darah dengan luka tembak di paha kaki kiri. Keluarga yang mendapat informasi itu membawa Marsal ke RS Vita Insani, namun nyawanya tidak dapat tertolong. Demi mengungkap kasus itu, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk proses autopsi. (Joko Saputra)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00