8 Oknum Polisi Di Sumut Diduga Terlibat Kasus Pengungkapan 57 Kg Sabu

KBRN, Medan: Delapan oknum anggota polisi dari Polda Sumatera Utara dikabarkan terlibat dalam kasus pengungkapan 57 kg sabu yang tidak bertuan di Perairan Sungai Lunang, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan. Mereka terdiri dari 3 oknum Ditpol Air dan 5 oknum polisi Polres Tanjungbalai.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan Kadiv Propam Polri untuk melakukan pengawasan ketat terhadap anggota polisi yang terlibat dalam peredaran narkoba, saat menggelar rapat kerja dengan Komisi III DPR RI, di Senayan Jakarta, Rabu, 16 Juni lalu.

Kasubid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan mengatakan, menyahuti penegasan kapolri, Polda Sumut melalui Bid Propam telah melakukan pemeriksaan terhadap delapan oknum di Tanjungbalai. Namun, pihaknya juga belum memiliki data nama – nama oknum polisi yang diduga terlibat dalam kasus peredaran narkoba tersebut. Namun, Nainggolan menegaskan, bila mereka terbukti terlibat dalam kasus itu, maka akan dilakukan penyidikan oleh Ditnarkoba.

“Kabarnya itu bila terbukti ada keterlibatannya tentu akan disidik oleh Ditnarkoba. Memang sampai sekarang aku belum ambil data. Yang pasti hasil pendalamaan dan interogasi dari Propam nanti akan dilimpahkan bila terbukti itu ke Ditnarkoba penyidikannya,” ujar Nainggolan.

Mantan Kapolres Nias Selatan ini menegaskan, pihaknya akan tetap profesional menangani kasus tersebut. Sekalipun anggota polisi yang terlibat dalam peredaran narkoba, mereka tetap diproses sesuai hukum dan ketentuan undang – undang yang berlaku. Bahkan, hukuman pidana akan tetap diberlakukan bagi oknum yang terbukti bersalah.

“Ya kita gak pernah main – main lah. Biarpun polisi atau oknum melakukan tindak pidana kita proses semua itu. Mana ada cerita. Gak ada dia kita tutup – tutupi itu. kKlau dia salah masa polisi yang menanggung kesalahannya. Kita akan tindak tegas siapapun, apaalgi yang terlibat narkoba diproses. Gak ada kita main – main.

Terbukti, selama tahun 2020, Polda Sumut telah memberhentikan (pecat) 53 anggota polisi  yang terlibat dalam tindak pidana, termasuk narkoba. Apalagi sesuai intruksi Kapolri, pihaknya tetap objektif dalam pengungkapan kasus apapun. “Tahun lalu sudah ada polisi yang dipecat. Gak ada yang ditutup – tutupi itu biarpun anggota polri. Kita libas terus,” tegas Nainggolan.

Saat ini, untuk ke delapan anggota polisi yang diperiksa, masih berada di Medan untuk menjalani pemeriksaan intensif. “Masih di Medan lah,” ujarnya.

Sebelumnya, anggota Komisi III DPR RI Hinca Panjaitan dalam rapat kerja antara Polri dengan Komisi III DPR di Senayan, Jakarta Pusat rabu lalu, mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tegas menindak oknum polisi yang terlibat peredaran narkoba. Hinca mengatakan, terdapat 8 oknum polisi di Polres Tanjungbalai yang diduga menjual narkoba hasil tangkapannya. Bahkan oknum polisi tersebut bekerja sama secara terstruktur menjual narkoba.

“Dibongkar 57 Kg sabu di kab. Asahan, 75 Kg di Tanjungbalai. Apa yang terjadi, ada 8 personel Polri, 1 berpangkat Iptu, 7 berpangkat Bripka dari Satnarkoba dan Satpolair di Tanjungbalai yang menjual 6 Kg sabu hasil tangkapan,” kata Hinca.

Menyikapi hal itu, Kapolri enderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan akan memecat polisi yang terlibat narkoba. Dia meminta Propam Polri melakukan pengawasan ketat. “Apabila memang ada oknum yang menyalahgunakan. Saya minta Kadiv Propam yang seperti ini urusannya proses dan pecat,” ujar Sigit.

Seperti diketahui, Polres Tanjungbalai menyita 57 kg sabu tak bertuan di Perairan Sungai Lunang, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan, Sumut pada Rabu (19/5). Pengungkapan berawal saat petugas melakukan patroli di kawasan itu. Petugas curiga dengan sebuah perahu bermesin yang melintas di pinggir Sungai Asahan menuju Sungai Lunang. Perahu itu diawaki oleh dua orang laki-laki. Petugas lantas melakukan pengejaran.

Selanjutnya kapal itu bersandar di tangkahan milik masyarakat di Sungai Lunang. Sedangkan kedua laki-laki yang ada di perahu naik ke darat dan melarikan diri. Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan barang bukti 57 kg narkotika jenis sabu yang terdiri dari 41 bungkusan warna hijau merk Qing Shan dan 16 bungkus warna kuning merk Guanyinwang.

Selain sabu, petugas juga menyita 1 unit perahu dan tas tempat penyimpanan sabu yang kemudian diboyong ke Polres Tanjungbalai guna penyelidikan lebih lanjut. Namun hingga kini belum diketahui siapa pemilik dari narkotika tersebut. (Joko Saputra)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00