Ketua FUI Medan Hingga Kepling Jadi Tersangka Pembubaran Kuda Lumping

KBRN, Medan: Polisi telah menetapkan 10 anggota Forum Umat Islam (FUI) Kota Medan menjadi tersangka kasus ricuh pembubaran kuda lumping di Kecamatan Sunggal. Salah satu tersangkanya, Ketua FUI Medan Nursarianto. 

Hal ini dibenarkan Ketu FUI Sumut Indra Suheri. Menurut Indra, penangkapan terhadap Nursarianto dilakukan pada, Jum'at (9/4). 

"Benar hari Jum'at ba'dah Ashar (dibawa polisi)," ujar Indra Suheri, Senin (13/4). 

Setelah dilakukan penahanan selanjutnya Nursarianto, ditetapkan menjadi tersangka. Begitu juga dengan 9 anggota FUI lainnya yang salah satunya adalah kepling. Terkait penetapan anggotanya, Indra  mengaku telah menyiapkan kuasa hukum.

" Tim hukum, terdiri dari beberapa lembaga-lembaga. Mulai dari Romo Centre, Ladui MUI dan lainnya. Semua sudah bergabung dalam tim hukum dalam upaya untuk melakukan langkah yang terbaik," ujar Indra Suheri.

Kata Indra salah satu upaya yang dilakukan tim hukumnya yakni menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan, sehingga diharapkan adanya pencabutan perkara.

"Kurang lebih sama dari kedua pihak, sebagai orang yang punya moralitas dan rasa kekeluargaan, seyogyanya dalam menyambut ramadan umat Islam bisa saling memaafkan.Sembari belajar dari pengalaman untuk lebih berhati-hati, menahan diri dan lebih bersabar dalam menjaga semangat persatuan di tengah perbedaan," ujarnya.

Terpisah Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi membenarkan Nursarianto juga ditetapkan sebagai tersangka. 

" (Iya) Kalau tidak salah itu," ujar Hadi 

Hadi juga menjelaskan terkait kasus ini pihaknya bersikap profesional. Polisi juga akan menindaklanjuti laporan anggota  FUI yang diduga dianiaya warga saat pembubaran kuda lumping.

" Pastinya laporan itu akan kita tindak lanjuti semualah. Kan kita berproses dalam penyelidikan," ujar Hadi.

Hadi juga menjelaskan penetapan anggota FUI menjadi tersangka berdasarkan hasil gelar perkara. Karena itu proses laporan dari FUI masih terus diselidiki. "Nanti kita lihat hasil gelar perkaranya," ujarnya.

Sebelumnya pada Minggu (11/4) polisi menetapkan 10 anggota FUI tersangka 

Polisi terus mengusut kericuhan pembubaran kuda lumping.

"Tinggal (inisial) IB yang belum ditangkap," ujar Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko.

Aksi pembubaran acara kuda lumping berujung bentrok tersebut viral di media sosial. Dalam video terlihat adanya adu pukul lantaran anggota FUI meludahi seorang warga di Kelurahan Sei Kambing, Medan Sunggal.

Ketua FUI Medan, Nursarianto, tidak menampik ada anggotanya yang meludahi warga saat pembubaran. Anggota FUI Medan yang meludahi warga bernama Saiin.

Nursarianto menyatakan anggotanya tersebut marah karena perlakuan seorang perempuan yang terus memaki saat tidak mau dibubarkan. Keadaan itu membuat Saiin emosi.

"Untuk melampiaskan kekesalannya serta jangan sampai terjadi pemukulan, maka dia pilih dengan cara tindakan ringan yaitu meludahi. Tapi intinya pembubaran itu karena tidak ada izin dan melanggar prokes COVID-19," ujar Nursarianto. (Joko Saputra)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00