Soal Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat, Edy Rahmayadi : Niatnya Bagus Tapi Harus Izin

KBRN, Medan : Ditemukannya kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin-angin masih terus diselidiki. Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi juga ikut menurunkan tim untuk mengetahui kebenarannya.

Menurut Edy, dari informasi yang diperoleh timnya di lapangan, kerangkeng manusia itu benar digunakan Terbit sebagai tempat rehabilitasi bagi pecandu narkoba.

"Dari tim yang saya berangkatkan, benar adanya kerangkeng itu untuk membantu orang-orang narkoba," kata Edy kepada wartawan di Medan, Rabu (26/1/2022).

Menurut Edy, apa yang dilakukan Terbit sejatinya baik. Namun hal itu menjadi salah karena tidak memiliki izin.

"Secara niatnya bagus, tetapi itu kan harus izin," ungkapnya.

Selain itu, lanjut Edy, sebuah tempat rehabilitasi juga harus dilengkapi dengan berbagai perangkat sesuai aturan yang berlaku. Tapi tidak dengan kerangkeng milik Terbit Rencana yang disebutnya sebagai tempat rehabilitasi narkoba.

"Harus disiapi dengan perangkat-perangkat aturan untuk menyehatkan orang lain. Ada dokter, ada menu makanan, diatur semuanya," jelasnya.

Begitu pun, menurut Edy, apapun  alasan dibangunnya kerangkeng tersebut, jika menyalahi aturan dan melanggar hukum, tetap harus diproses.

"Apapun niatnya baik, tapi perkara hukum silahkan hukum yang menindaklanjutinya," pungkasnya.

Temuan kerangkeng manusia di rumah Terbit Perangin-angin bermula dari penggeledahan rumahnya di Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, oleh KPK terkait dugaan kasus suap fee proyek infrastruktur di Langkat. 

Penjara manusia itu ditemukan di halaman belakang rumah Terbit Rencana Perangin-angin. Ketua Migrant Care Anis Hidayah sebelumnya mengungkapkan, setidaknya lebih dari 40 orang pernah ditahan dipenjara dalam kerangkeng milik Terbit Rencana Perangin-angin.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar