Korupsi Pembangunan Gedung Kuliah, Mantan Rektor UINSU Diganjar 2 Tahun Bui

KBRN Medan : Mantan Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Saidurahman diganjar hukuman 2 tahun penjara terkait kasus korupsi pembangunan Kampus Terpadu UINSU Medan Tahun 2008 yang merugikan negara Rp10,3 miliar.

Jadwal persidangan kasus korupsi tersebut sempat molor dari jam biasanya yang digelar sore hari. Persidangan terdakwa dan dua rekannya, baru dibuka Hakim ketua Jarihat Simarmata, sekira jam 08.00 malam di Ruang Cakra 8 PN Medan.

"Menyatakan terdakwa bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," ucap Hakim Ketua Jarihat Simarmata.

Hakim menyatakan, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana termuat dalam Pasal 3 jo Pasal 18 dari UU No 31 Tahun 1999 jo. UU No20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas UU No31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Selain  Saidurahman,  majelis hakim juga menjatuhkan hukuman masing- masing 3 tahun penjara kepada dua terdakwa lainnya. Kedua terdakwa tersebut yakni eks Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada pekerjaan itu Syahruddin Siregar dan Direktur PT Multikarya Bisnis Perkasa, Joni Siswoyo selaku rekanan.

Ketiganya juga dihukum membayar denda masing-masing sebesar Rp500 juta subsider 1 bulan kurungan. Putusan terhadap Saidurahman lebih rendah dari tuntutan JPU yang sebelumnya meminta terdakwa dihukum 3 tahun penjara. Sedangkan putusan untuk dua terdakwa lainnya sama dengan tuntutan JPU.

Atas vonis tersebut, baik terdakwa maupun JPU menyatakan pikir-pikir. Sebelumnya dalam dakwaan yang dibacakan secara bergantian oleh JPU Robertson Pakpakhan dan Hendri Edison disebutkan kasus ini bermula pada tahun anggaran 2018 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara mendapat anggaran berdasarkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Nomor : SP-DIPA-025.04.2.424007/2018 untuk pembangunan gedung perkuliahan terpadu Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) yang dananya bersumber dari dana APBN Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan nominal pagu anggaran sebesar Rp50.000.000.000.

Terungkap juga eks Rektor Saidurahman meminta agar panitia pelelangan proyek pembangunan Gedung Kuliah Terpadu Kampus II UIN Sumut memenangkan PT Multikarya Bisnis Perkasa untuk melaksanakan proyek itu.

Untuk merealisasikan hal tersebut, saksi Marudut SE menemui Ketua Pokja saksi Rizki Anggraini meminta bantuannya agar mau bekerjsama agar dalam proses lelang, panitia Pokja memenangkan perusahaan PT Multikarya Bisnis Perkasa yang akan melaksanakan pembangunan Gedung Kuliah Terpadu.

Kemudian, Panitia Pokja pembangunan akhirnya memenangkan PT Multikarya Perkasa dengan dengan nilai kontrak Rp44.973.352.461. Namun belakangan, pembangunan gedung itu terbengkalai.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar