Kasat Lantas Polrestabes Medan:  Relawan Tak Perlu Kawal Ambulance

foto ist.jpg

KBRN, Medan:  Kasat Lantas Polrestabes Medan AKBP Sonny W Siregar menegaskan, komunitas relawan tidak perlu melakukan pengawalan terhadap mobil ambulance, mengingat  mobil ambulance yang membawa orang sakit itu kebal hukum dan tidak perlu dikawal.

“Yang hanya boleh mengawal mobil ambulance itu hanya pihak kepolisian dan itu sudah ada aturan dalam Undang-undangnya, ” ucap Kasat Lantas Polrestabes Medan AKBP Sonny W Siregar usai rapat koordinasi pembahasan tentang penggunaan sarana pengawalan terhadap ambulance di ruang Satlantas Polrestabes Medan di kompleks Lapangan Merdeka Medan, Sabtu (27/11/2021).

Kasat Lantas Polrestabes Medan itu mengingatkan agar  komunitas relawan reaksi cepat tidak  lagi melakukan pengawalan terhadap ambulance apalagi sampai melanggar hukum.

“Semua komunitas relawan ambulance patuhi hukum, biarkan mobil ambulance berjalan, meski menabrak kendaraan warga, mobil ambulance itu tidak bisa diproses dan kebal hukum,” kata Sonny Siregar.

Mengutip UU No 22 tahun 2009 dikatakan, dalam Pasal 135  ditetapkan kendaraan yang mendapatkan hak utama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 harus dikawal oleh petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia dan atau menggunakan isyarat lampu merah atau biru dan bunyi sirine.

Petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia melakukan pengamanan, jika mengetahui adanya pengguna jalan sebagaimana dimaksud ayat (1).

Alat pemberi isyarat lalulintas dan rambu lalulintas tidak berlaku bagi kendaraan yang mendapatkan hak utama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134.

“Hal ini dilakukan adanya pandangan berbeda dari pihak kepolisan dan komunitas relawan dalam mengawal mobil ambulance yang membawa orang sakit  ke rumah sakit yang dituju, jangan melanggar aturan (relawan ambulance), ”  kata Kasatlantas Polretabes Medan itu.

Dalam hal mendesak sendiri, dikatakannya, meski jika nanti pihaknya pun tak bisa melakukan pengawalan ataupun tidak sempat datang ke lokasi, pihak lain bisa menginformasikan secara langsung ke pihak Satlantas.

“Kalau pun kita tidak sempat datang atau mengawal, setidaknya kita diberitahu atau informasikan agar nanti di ruas-ruas jalan akan kita beri kelancarannya,” kata Sonny Siregar.

Sementara itu, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar menegaskan yang boleh mengawal ambulance itu hanya kepolisian yakni Satlantas.

“Selama ini dilihat yang mengawal ambulance kerap dilakukan oleh komunitas relawan ambulance itu itu sendiri, artinya relawan tidak dibenarkan lagi mengawal ambulance meski itu untuk sisi kemanusiaannya, ” jelasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar