Hakim Pertanyakan Status Terdakwa, Sempat Ditahan Penyidik Kemudian Direhab

KBRN, Meda:  Ketua Majelis Hakim, Aimafni Arli, mempertanyakan status Gomgom Halasan Sidabutar yang merupakan terdakwa pengguna narkotika. Pasalnya terdakwa sempat menjalani penahanan selama 14 hari setelah ditangkap Satresnarkoba Polrestabes Medan.

"Jaksa bagaimana dengan terdakwa ini, dia ini sempat menjalani penahanan 14 hari setelah tertangkap memiliki sabu 0,25 gram pada 4 Mei 2021, kemudian dititipkan ke Rutan pada 10 Mei 2021 lalu pada 24 Mei 2021 dipindahkan ke Lembaga Rehabilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika Bhayangkara Indonesia?," tanya Ketua Majelis Hakim sembari melihat terdakwa yang dihadirkan ke persidangan, Jumat (21/10/21).

Penuntut Umum Kejari Medan, Suryanta Desi Christiani, menjawab rehab itu dari pihak penyidik, di mana penuntut umum hanya meneruskannya saja.

Mendengarkan jawaban itu, Ketua Majelis Hakim Aimafni mengingatkan terdakwa apabila terbukti bersalah maka terdakwa dihukum penjara.

"Sebab perihal rehabilitas tidak ada pemberitahuan kepada majelis hakimnya," ujarnya lagi.

Setelah itu, majelis mempersilahkan penuntut umum membacakan dakwaan terhadap terdakwa.

Kemudian Suryanta membacakan dakwaan yang ditandatangani oleh Penuntut Umum Kejari Medan, Ramboo Loly Sinurat, dalam dakwaanya Gomgom yang kesehariannya seorang supir online ini pada 4 Mei 2021 tertangkap tangan menyimpan sabu 0,25 gram oleh Personel Satresnarkotika Polrestabes Medan.

Saat penggeledahan terhadap pakaian terdakwa, polisi menemukan barang bukti bungkusan sabu 0,25 gram.

Dalam dakwaan jaksa disebutkan kelima petugas telah mendapatkan informasi sebelum penangkapan terhadap terdakwa.

Berdasarkan Laporan Pengujian oleh Laboratorium Forensik Polri Cabang Medan Nomor 4657/NNF/2021 tanggal 15 Mei 2021 telah dilakukan pengujian barang bukti dengan jumlah contoh yang diterima berupa 1 (satu) bungkus plastik brisikan kristal putih dengan berat bersih 0.25 Gram.

Dari hasil test urin dinyatakan positif mengandung metamfetamina dan terdaftar dalam Golongan I.

Untuk perkara ini terdakwa dijerat melanggar Pasal 112 Ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sedangkan Pasal subsidair Pasal 127 Ayat (1) huruf (a) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Usai pembacaan dakwaan maka majelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00