Aniaya Santri Musthafawiyah, Pegawai Rutan Dinonaktifkan

KBRN, Medan : Kanwil Kementerian Hukum dan HAM memberhentikan sementara pegawai rumah tahanan (Rutan) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), yang diduga menganiaya seorang santri Pondok Pesantren (Ponpes) Musthafawiyah Purba Baru, Madina. 

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Divisi Pemasyarakatan (Divpas) Kanwil Kemenkumham Sumut Erwedi Supriyatno mengatakan, pihaknya sangatmengecam tindakan oknum pegawai rutan tersebut jika memang terbukti melakukan penganiayaan terhadap santri. Ia juga menegaskan bahwa saat ini, oknum tersebut sudah dinonaktifkan atau diberhentikan sementara.

"Kemarin sudah ada surat penahanan, sudah dibawa ke Polres, dan Karutan langsung mengusulkan pemberhentian sementara ke Kakanwil. Dinonaktifkan, diberhentikan sementara," ujarnya usai memenuhi undangan Ombudsman Sumut di Medan, Jumat (24/9/2021).

Ia menuturkan, saat mendapat laporan atas kasus tersebut, Kakanwil Kemenkumham Sumut langsung meminta agar hal itu segera ditindaklanjuti. 

 "Kami mendapatkan laporan dari Karutan di situ bahwa ada pegawai menabrak anak-anak, dan infonya setelah itu dianiaya oleh oknum pegawai rutan. Atas dasar laporan itu Kanwil minta segera ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku," paparnya. 

Menurut Erwedi, pihaknya tetap akan mengawal kasus ini, dan akan melakukan tindakan lebih lanjut setelah ada putusan pengadilan. 

"Nanti kalau sudah ada putusan pengadilan, ada tindakan lebih lanjut lagi," ujarnya. 

Diketahui sebelumnya seorang santri Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, di Madina berinisial SR diduga dianiaya seorang pegawai rutan berinisial DG. Dugaan penganiayaan karena korban menabrak mobil terduga pelaku, karena tidak terima, pelaku kemudian menganiaya korban.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00