Suap Penyidik KPK,  Wali Kota Nonaktif Tanjung Balai Diganjar Dua Tahun Bui

KBRN, Medan:   Terbukti menyuap penyidik KPK sebesar Rp 1,6 miliar, Wali Kota nonaktif Tanjung Balai, M Syahrial, dihukum dua tahun penjara. Putusan dibacakan oleh majelis hakim yang diketuai As'ad Rahim Lubis, Senin (20/9/2021).

Dalam sidang virtual di Cakra II Pengadilan Negeri Medan, majelis hakim juga menghukum terdakwa Syahrial dengan pidana denda sebesar Rp 100 juta subsider 4 bulan kurungan.

Majelis hakim menyatakan perbuatan terdakwa terbukti bersalah sebagaimana dakwaan alternatif kedua penuntut umum yakni Pasal 5 Ayat 1 huruf a UU No. 31 Tahun 1999 telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

"Terdakwa bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan alternatif kedua Jaksa Penuntut Umum," ucap As'ad.

Hal yang memberatkan sebut hakim, perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah yang  tengah gencar memberantas tindak pidana korupsi, kolusi dan nepotisme.

"Hal yang meringankan terdakwa bersikap sopan, terdakwa kooperatif dan terdakwa tulang punggung keluarga,"  jelas majelis hakim.

Menyikapi putusan ini, terdakwa maupun JPU dari KPK menyatakan pikir-pikir.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00