Korupsi SR-MBR Rp14,1 Milyar di PDAM Tirta Lihou, Kejatisu lakukan Pendalaman Pasca Penggeledahan

KBRN, Medan : Tim Penyidik Pidsus Kejati Sumatera masih terus melakukan pendalaman terhadap sejumlah alat bukti dari penggeledahan yang dilakukan di Kantor dan Rumah Dinas Dirut PDAM Tirta Lihou Kabupaten Simalungun.

"Saat ini tim penyidik masih melakukan pendalaman baik dari keterangan saksi maupun barang bukti yang dibawa saat penggeledahan di Kantor dan Rumah Dinas Dirut PDAM Tirta Lihou dalam mengungkap perkara dugaan korupsi sambung rumah (SR) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dari program hibah air minum sebanyak dengan total sebanyak 4637 Sambungan pada Tahun 2018-2019 senilai Rp14,1 Milyar," ucap Kasi Penkum Kejatisu, Sumanggar Siagian kepada wartawan, Jumat (23/07/21).

Sumanggar  mengatakan ,  tim  Pidsus Kejati saat ini tengah bekerja melakukan pendalaman, karena  perkara dugaan korupsi tersebut telah memasuki tahap penyidikan.

"Jadi dari hasil penyidikan ini nantinya , maka kita segera menetapkan para tersangkanya," tegas juru bicara Kejatisu itu.

Dalam  perkara ini,  pihak penyidik Pidsus Kejatisu telah memanggil sejumlah pejabat termasuk Dirut PDAM Tirta Lihou untuk dimintai keterangannya.

" Untuk proses penyidikan lanjutan ,  tidak tertutup kemungkinan adanya pemanggilan dari pihak terkait dari Pemkab Simalungun terkait sambung rumah (SR) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dari program hibah air minum sebanyak dengan total sebanyak 4637 Sambungan pada Tahun 2018-2019 senilai Rp14,1 Milyar". Ungkapnya

Sebelumnya pihak Tim Penyidik Kejatisu juga telah melakukan penggeledahan di Kantor dan Rumah Dinas Dirut PDAM Tirta Lihou pada 1 Juli 2021, kemarin.

Masih dalam keterangan persnya, Sumanggar mengatakan  menemukan berkas-berkas yang penting terkait penanganan perkara di Rumah Dinas Direktur PDAM Tirta Lihou , akan didalami sehingga nanti penyidik  mengtahui sejauh mana peran Direktur Utama dalam Dugaan Tindak Pidana Korupsi pada kegiatan pemasangan Sambungan Rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (SR-MBR) Pada PDAM Tirta Lihou Kabupaten Simalungun.

Menurut Sumanggar , Jumlah total dana hibah yang dikelola untuk pemasangan SR-MBR mencapai Rp 14.100.000.000 (Empat Belas Miliar Seratus Juta Rupiah) yang terdiri dari Hibah senilai Rp 6.000.000 (Enam Miliar Rupiah) pada tahun 2018 dan hibah senilai Rp 8.100.000.000 (Delapan Miliar Seratus Juta Rupiah) pada tahun 2019.

" Namun dalam pelaksanaan pengerjaan proyek pemasangan sambung rumah (SR) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dari program hibah air minum sebanyak dengan total sebanyak 4637 Sambungan yakni pada Tahun 2018 ada 2000 SR dan 2019 ada 2637 SR disinyalir adanya pemungutan liar dalam pemasangan sambung rumah (SR) kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang dilakukan oleh PDAM Tirta Lihou." Pungkasnya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00