'Upa-Upa', Santapan Penuh Harapan Masyarakat Batak

KBRN, Medan: Dalam budaya masyarakat suku Batak, ada tradisi yang disebut Mangupa Upa. Yakni ungkapan nasehat dan doa dari para orangtua dan sesepuh keluarga. Ungkapan nasehat dan doa itu biasanya disimbolkan lewat makanan yang diberikan kepada orang yang dinasehati atau didoakan. Makan tersebut disebut Upa-Upa.

Setidaknya ada dua ciri Upa-Upa yang biasa dilakukan masyarakat tanah Batak. Pertama, Mangupa Upa ala Batak Toba. Kemudian kedua, Mangupa Upa yang lazim dilakukan keturunan Mandailing atau Angkola

Di balik kedua versi Mangupa Upa tersebut intinya tetap kembali pada satu hal, yaitu bentuk rasa syukur, doa, petuah dari para orang tua dan sesepuh, seperti disampaikan sebelumnya.

Mangupa Upa dapat dilaksanakan untuk momentum apapun yang dianggap memerlukan doa dan petuah dari orang tua maupun leluhur. Dapat juga dalam anggapan suatu momentum yang telah terjadi dan mengimplementasikan bentuk ungkapan rasa syukur. 

"Bisa juga sebagai permohonan kepada Maha Kuasa agar peristiwa buruk tidak pernah terjadi atau terulang kembali," kata pemerhati masyarakat batak, Asrul Siregar.

Pernikahan, kelahiran bayi, menempati rumah baru, akan memulai atau telah menyelesaikan suatu pekerjaan yang sulit, pulang atau pergi dari kampung halaman, adalah momentum lazim dilakukannya Mangupa Upa.

Meskipun Mangupa Upa lazimnya kerap dilakukan pada prosesi seperti itu, namun tidak kaku sekadar di momentum yang demikian saja. Jika ada hal lain yang dinilai perlu mengungkapkan perasaan bersyukur dan memberikan petuah bijaksana, maka Mangupa Upa dapat saja dilakukan.

Prosesi Mangupa juga terdapat dalam pernikahan adat Mandailing yang digelar Putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu yang menikah dengan putra batak, Bobby Nasution (ist)

Ketika melakukan Mangupa Upa maka bakal dapat dipastikan ditemukan sajian makanan. Hanya berbeda menu saja antara Mangupa Upa versi Batak Toba dan Mandailing.

Misalnya untuk satu contoh saja pada Mangupa Upa yang biasanya dilakukan masyarakat Batak Toba saat prosesi pernikahan, sajian makanannya antara lain adalah ikan mas. Diolah dengan bumbu khas Batak yakni arsik.

Selanjutnya : Dibagikan-bagikan

Halaman 1 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00