Lau Luhung, Jembatan Lokasi 'Rope Swing' di Deliserdang

Aktifitas olahraga ekstrim "Rope Swing" di Jembatan Lau Hulung, Deliserdang. (Youtube)

KBRN, Deliserdang: Sejumlah daerah di Indonesia memiliki jembatan yang menjadi lokasi wisata. Kebanyakan diantaranya menjadi lokasi wisata olahraga bagi pecinta olahraga ekstem melompat dari ketinggian.

Seperti di Jembatan Lau Luhung, yang berlokasi di Desa Durian Tunggung, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

Jembatan Lau Luhung merupakan jembatan beton yang membentang di atas jurang berkedalaman 150 meter. Jembatan ini awalnya dibangun setelah tahun 2010 untuk menggantikan jembatan gantung kayu yang ada di sebelahnya. Sebelumnya jembatan gantung kayu itu digunakan untuk menghubungkan dua desa yang dipisahkan oleh jurang tersebut.

Lalu apa saja yang ada di Lau Luhung? Berikut ulasannya.

1. Rope Swing di Lau Luhung Bridge

Rope Swing merupakan atraksi olahraga yang menggunakan tali. Idenya sendiri berasal dari ayunan kayu yang biasa kita temukan di arena taman bermain. Tetapi, rope swing di objek wisata dibuat khusus dengan ketinggian di atas 5 meter dari permukaan tanah. Atraksi wisata seperti ini mulai ramai bermunculan di Indonesia. Seperti Bali Swing Bongkasa Pertiwi dan Zen Hideaway Ubud di Pulau Dewata. Sedangkan di Sumatera Utara sendiri, wahana rope swing tidak terlalu banyak, salah satu lokasi yang menyediakannya adalah Lau Luhung Bridge. Setelah terjun dari jembatan, wahana rope swing akan membuat wisatawan seperti berayun di udara. Hanya saja, wahana yang memacu adrenalin ini sudah tidak dibuka lagi. Selain sepi peminat, paket untuk melakukan aktivitas ini pun lumayan mahal.

2. Pemandangan Alam yang Bagus

Pemandangan di Jembatan Gantung Lau Luhung sendiri adalah favorit pengunjung. Bila dahulu sering dipilih untuk tempat bersantai setelah datang dari Lau Mentar Canyon atau Danau Linting. Sekarangnya malah beda lho! Tak sedikit yang khusus datang untuk melihat alamnya yang terpatri begitu hijau. Cukup parkirkan kendaraan di tepi jembatan, dari dudukan motor atau bangku mobil saja, alamnya sudah tampil memesona. Tapi jika mau melihat sungai Buaya, kalian harus berjalan ke sisi kanan sebab sungai yang berjarak 150 meter ke bawah tersebut tertutupi oleh rerimbunan pohon tropik.

3. Jembatan Gantung Lau Luhung

Tepat di sebelah kanan jembatan, kalian akan menemukan titi gantung lau hulung yang unik. Meskipun hingga kini tidak jelas asal-usulnya, namun yang pasti, titi kuno dengan struktur kayu dan besi itu sudah ada sejak tahun 1979. Apabila ditotal, usia bangunan itu sudah berumur 40 tahun lebih. Mengingat sarana transportasi di Deliserdang ini sudah tak lagi memadai, ditambah derasnya arus perjalanan antar daerah, pemerintah melalui Dinas PU akhirnya membangun sebuah jembatan permanen yang menggantikan peran Jembatan Gantung Lau Hulung. Saat masih aktif digunakan, jembatan gantung Lau Luhung bukan hanya bisa dilalui manusia, tapi juga sepeda motor bahkan mobil. Padahal lebar jembatan tak lebih dari 2 meter. Mobil maupun motor yang ingin melintas jembatan gantung tersebut pun harus bergantian jika ingin melintas.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00