Promosikan Kota Medan Melalui Ikon yang Diciptakan

Salah satu tarian yang ditampilkan dalam lomba Cipta Senam Colorful Medan. Ist.

KBRN, Medan: Kadis Pariwisata Kota Medan, Agus Suriono, berharap Senam Colorful Medan menjadi ikon pariwisata mengikuti Tarian Ahoii yang kini dikenal masyarakat luas, tidak hanya di Sumatera Utara dan Indonesia, tapi juga dikenal Mancanegara.

Kata dia, perlombaan Cipta Senam Colorful Medan ini sebagai upaya untuk membuat ikon-ikon baru di Kota Medan, sebab ibukota Provinsi Sumut ini tidak memiliki destinasi wisata alam.

“Oleh karenanya kita harus bekerja keras untuk membuat ikon-ikon baru terus menerus, salah satunya menciptakan Senam Colorful Medan,” kata Agus Suriono saat menutup Grand Final Lomba Cipta Senam Colorful Medan Virtual 2020 Rabu (16/12).

“Intinya, kita ingin mempromosikan Kota Medan melalui ikon-ikon yang kita ciptakan. Lomba yang dilaksanakan ini harus mampu mengangkat tradisi budaya dan nilai-nilai kearifan lokal khas Kota Medan yang berbilang kaum,” sambungnya.

Dia lanjut menjelaskan, jangan sampai malah menggelar senam dengan kiblat luar negeri yang identik dengan busana dan atraksi gerakan mengumbar aurat.

Ia juga berharap, kehadiran Senam Colorful Medan nantinya dapat mengikuti ikon yang telah diciptakan sebelumnya yakni Tarian Ahoii dan kini telah booming.

Selain sejumlah negara ASEAN, termasuk Korea Selatan, Agus mengatakan, Tarian Ahoii juga telah dibawakan 11 kota di Indonesia.

“Dengan dukungan semua pihak, Insya Allah Senam Colorful Medan akan ikut booming juga,” harapnya.

Masih kata dia, Senam Colorful Medan ini, selain menyehatkan, juga memiliki manfaat lain, yakni turut memperkenalkan budaya lokal yang tercermin dari gerakan khas.

Sehingga, mampu menggambarkan kearifan lokal yang dihuni 14 suku dan etnis, yakni Melayu, Karo, Mandailing, Toba, Simalungun, Tapanuli Tengah, Dairi, Nias, Jawa, Minang, Aceh, Tionghoa, Arab dan India.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00