Libur Panjang, Okupansi Hotel di Berastagi Naik 80 Persen

Salah satu hotel berbintang di Berastagi (int)

KBRN, Medan: Libur panjang cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW sejak 28 Oktober kemarin telah mendorong peningkatan tingkat hunian hotel di kawasan wisata Berastagi, Kabupaten Karo, hingga 80 persen.

Hal itu diakui Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Utara, Denny S Wardhana, Jumat (30/10/2020).

Menurut Denny, tamu yang memadati hotel di kawasan Berastagi terdiri dari warga lokal Sumatera Utara, maupun wisatawan di luar Sumut yang memilih menghabiskan waktu libur panjang mereka di dataran tinggi Berastagi.

"Iya okupansi hotel di Berastagi sekarang sekitar 80 persen. Libur panjang ini menjadi pendorongnya," sebut Denny.

Sementara itu di Medan, kata Denny, okupansi hotel masih berkisar di angka 40 persen. Naik sekitar 10 persen dibandingkan hari-hari biasanya.

Kenaikan pada okupansi hotel di Medan, didorong oleh tamu-tamu yang berasal dari Sumatera Utara.

"Tamu lokal Sumut.  Sekitar 40 persen lah sekarang. Naik sedikit. Tapi kami prediksi ini akan turun lagi setelah libur panjang usai," tukasnya.

Sejauh ini, kata Denny, setiap hotel yang beoperasi baik di kawasan wisata Berastagi maupun Kota Medan, seluruhnya menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Setiap tamu hotel diwajibkan menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun atau cairan pencuci tangan, serta menjaga jarak fisik.

Sebagian hotel juga belum mengoperasikan semua kamar hotelnya, karena alasan efisiensi dan mencegah kepadatan tamu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00