Rencana Desentralisasi Atlet Pelatnas, John Ismadi: Kita Akan Dukung

KBRN, Medan: Jumlah kasus Pandemi Covid -19 masih mengalami peningkatan di Indonesia sampai saat ini. Hal itu membuat program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) atlet menjadi terhambat. Pelatnas yang menjadi bagian persiapan atlet berlaga di ajang SEA Games 2021 Vietnam dan Olimpiade 2021 Tokyo itu, masih belum berjalan dengan maksimal, karena wabah virus corona. Alhasil, sejak Mei lalu sebagian besar atlet pelatnas masih menjalani latihan secara mandiri.

Dari hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI akhir Agustus lalu, seluruh pengurus KONI daerah diharapkan bisa memfasilitasi desentralisasi atlet pelatnas di daerah masing – masing. KONI menginginkan wabah covid 19 tidak menghalangi persiapan menuju SEA Games dan Olimpiade di tahun 2021.

Menanggapi hal itu, ketua KONI Sumut John Ismadi Lubis siap menjalankan intruksi dari pusat terkait rencana desentralisasi latihan atlet pelatnas di daerah. Apalagi sejumlah atlet pelatnas nantinya juga akan berlaga di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) yang dilaksanakan Oktober 2021.

“Kalau rencananya masih tetap di daerah, yang saya permasalahkan satu aja. Atlet SEA Games tetap ikut PON. Perkara nanti latihannya mau di daerah atau di pusat tidak ada masalah. Kita akan dukunglah,” ucap John, Senin (21/9/2020).

Namun di satu sisi, John menilai latihan di daerah tentu tidak akan semaksimal latihan di pelatnas. Selain program yang tidak tumpang tindih dengan atlet PON, jika mereka berada di pelatnas akan lebih mudah melakukan try out ataupun sparing. John juga tidak bisa menjamin latihan atlet pelatnas akan sama seperti saat berlatih di pelatnas.

“Makanya, keputusan di Rakernas itu kan belum keluar. Apakah di daerah atau di pusat. Tetapi, ya bagus di pusat lah. Siapa yang menjamin dia (atlet) latihan di daerah bisa latihan seperti di pelatnas itu. Itu saya rasa sentralisasi perlu, karena dia juga kan di sana perlu try out atau trainng camp. Kalau orang daerah mungkin, lebih tahu orang pusat, apakah ke luar negeri. Sparing nya juga lebih banyak di sana,” ujar John.  

Diakui John, sampai saat ini baru cabor wushu yang sudah kembali menggelar pelatnas di Wisma Serba Guna Komplek Gelora Bung Karno Jakarta. Sementara untuk cabor lain sampai saat ini belum ada kabar kembali ke pelatnas. “Sebagai contoh wushu sudah dipanggil ke pusat untuk ikut pelatnas. Tetapi, cabang – cabang lain saya belum tahu. Tetapi, tetap pelatnas sentralisasi di pusat,” katanya.

Di satu sisi, terkait banyaknya PB Cabor yang menginginkan agar atlet pelatnas tidak boleh mengikuti PON, John menilai hal itu terlalu membatasi kesempatan atlet. John menegaskan bahwa sampai saat ini seluruh atlet yang masuk dalam program pelatnas, tetap bisa tampil di SEA Games, meski perbedaan waktu antara dua ajang itu hanya 3 pekan saja.

 “Masalahnya selisihnya itu gak sampai satu bulan dan duluan PON. Yang kita khawatirkan atlet pelatnas SEA Games gak boleh ikut PON. Itu yang gak kita mau. Dahulu kan pernah atlet SEA Games gak boleh ikut PON. Ini apalagi waktunya cuma tiga minggu kan. Tetapi kami sepakat semua atlet SEA Games boleh ikut PON,” tegas John.

Sementara itu, pelari pelatnas putri asal Sumut Agustina Mardika Manik mengaku saat ini masih berada di Pangalengan sejak menjalani latihan mandiri akibat Covid -19. Sampai saat ini pihaknya belum mendapat pemberitahuan ataupun surat dari PB PASI terkait pemanggilan kembali atlet pelatnas untuk persiapan SEA Games. Meski PB PASI sudah kembali menggelar pelatnas sejak 11 Agustus.

“Belum bang, masih di Pangalengan. Belum ada dihubungi untuk ke pelatnas,” ujar atlet peraih perak SEA Games 2019 ini.

Sementara PB PASI telah memulai program pelatnas bagi atlet yang berada di wilayah Jakarta sejak 11 Agustus lalu, yang dipusatkan di Stadion Madya Gelora Bung Karno. Alhasil, hanya 15 atlet yang telah memulai menjalani pelatnas, demi mengantisipasi penyebaran Covid -19. Sedangkan atlet luar Jawa, masih menjalani latihan secara mandiri. Para atlet yang telah bergabung ke pelatnas juga menginap di Hotel Century, dengan menerapkan protokol kesehatan Covid -19. (Joko Saputra)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00