Groundbreaking Sport Center Sumut Dimulai Ditengah Covid -19

KBRN, Medan: Setelah enam bulan tertunda pelaksanaannya, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) sebagai tanda dimulainya pembangunan kawasan sport center. Rencananya kegiatan groundbreaking yang akan dihadiri langsung oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi ini akan dimulai pada Jumat (14/8) mendatang. Pembangunan kawasan sport center seluas 300 hektar ini berada di Jalan Sultan Serdang Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, kabupaten Deli Serdang.

Menariknya, pembangunan kawasan yang bakal menjadi kota impian baru sekaligus ikon provinsi Sumut ini dimulai saat masih dalam suasana pandemik Covid -19. Saat meninjau persiapan groundbreaking, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumut, H Baharuddin Siagian menjelaskan, kegiatan groundbreaking sebagai simbol dimulainya pembangunan sport center Sumut bertaraf internasional, sesuai dengan harapan olahragawan Sumut terbangunnya sarana dan prasarana olahraga bertaraf internasional.

“Hari ini kita lakukan persipaan untuk lakukan grround breaking kawasan olahraga atau Sumut sport centre. Groundbreaking dilaksanakan pada 14 Agustus nanti,” jelas Baharuddin di lokasi pusat peresmian, Rabu (12/8) siang.

Baharuddin mengatakan segala urusan tentang pembebasan lahan sampai saat ini belum mengalami kendala, dan masih dalam proses penyelesaian secara bertahap. Sembari menunggu penyelesaian pembebasan lahan, tidak menghambat proses dimulainya pembangunan sejumlah venue sport center. “Tanah sudah kita selesaikan tahap demi tahap sudah kita beresin. Tentu harapan kita ke depan bisa segera dibangun venue secara bertahap,” katanya.

Di kasawasan sport center nantinya akan dibangun dalam tiga kategori. Pertama untuk pembangunan sarana olahraga, kemudian pembangunan fasilitas umum bisnis, serta pembangunan penunjang sport dan bisnis.  “Semua kawasan kita launching untuk dilakukan pembangunan. Nanti ada 3 kelompok pembangunan di sini. Pertama untuk olahraga, kedua untuk bisnis, dan ketiga pembangunan penunjang olahraga dan bisnis,” ucap Baharuddin.

Pembangunan sarana olahraga Sport center akan dibangun Stadion Utama dengan kapasitas 75 ribu penonton yang bisa digunakan hingga ratusan tahun. Kemudian pembangunan kolam renang akuatik bertaraf internasional untuk kalangan umum, atlet, dan pelaksanaan event. Serta pembangunan venue stadion atletik, dan istora.  Sedangakan pembangunan fasilitas tujuan bisnis ada seperti rumah sakit, pusat perbelanjaan, universitas, sekolah olahraga, dan hotel.

“Selanjutnya pembangunan tujuan bisnis seperti rumah sakit umum berkapasitas internasional seluas 92 hektar. Selama ini kalau dihitung - hitung bisa satu sampai tiga pesawat terbang pergi untuk digunakan bagi masyarakat Sumut berobat ke luar negeri. Nah, kenapa itu tidak kita ambil peluang, kita dirikan rumah sakit berkapasitas internasional dan memiliki fasilitas lengkap dan memadai serta didukung dokter yang pintar. selanjutnya di bisnis dibangun mall, perhotelan, arena permainan dan juga dibangun sekolah tinggi olahraga atau universitas. jadi sains nya ada, sehingga banyak orang menekuni olahraga dan kita gampang cari atlet potensial,” ujar Baharuddin.

Dikatakan Baharuddin, dengan adanya pembangunan sport center ini bisa mendorong kemajuan perekonomian pemerintah dan masyarakat. Meski tujuan utama pembangunan sport center adalah untuk pelaksanaan tuan rumah PON 2024, namun untuk jangka panjang Sumut juga bisa menjadi tuan rumah pelaksanaan event dan kegiatan olahraga bertaraf internasional.

“Target utama kita adalah tuan rumah PON ke - 21 tahun 2024. Berikutnya kita berkeinginan menjadi tuan rumah SEA Games, ASIAN games. Terus kita juga bisa menawarkan tuan rumah olimpiade 2032. Jadi kawasan ini ktia tata sesuai dengan master plan. makanya, mohon dukungan masayrakat Sumut khususnya Deli Serdang. Paling tidak di sini menjadi ikonnya Sumut atau kota impian baru kita,” harap pria yang akrab disapa Bahar ini.

Begitupun, Baharuddin berharap proyek besar ini mendapat respon positif dan dukungan penuh dari masyarakat Sumut khususnya warga Desa Sena yang berada di kawasan sport center. Terutama untuk pembebasan lahan milik warga, bisa diselesaikan secepat mungkin.

“Sejauh ini respon masyarakat sangat baik, kita patut bersyukur bahwa masyarakat kebanyakan ya sangat mendukung. Mereka sudah berbondong – bondong mendatangi panitia BPN untuk menghitung tumbuhan dan tanaman yang ada di atasnya. Sampai hari ini belum ada penolakan – penolakan. Supporting dari masyarakat sangat kita butuhnkan untuk membangun Sumut. Tanpa dukungan semua itu sulit terwujud. Target kita pembangunan sport center sampai 2024. Insya Allah, mudah – mudahan (selesai),” optimis Bahar.

Sementara camat batang Kuis Avro Wibowo, mengatakan kehadiran sport center diharapkan menjadi tonggak kemajuan bagi kabupaten Deli Serdang khususnya Kecamatan Batang Kuis. Pihaknya juga berharap penuh kepada pihak dispora kiranya dalam proses pengerjaan pembangunan spoet center turut diberdayakan pemuda setempat. Pemuda setempat yang memiliki skill tidak hanya sebagai penonton saja, namun juga bisa turut berpartispiasi dalam hal membangun sport center.

‘kalau pun jadi sport centre, diberdayakan juga potensi putra putri kecamatan batangkuis sebagai pegawai di kawasan sport centre ini,” kata Avro.

Saat ini memang untuk pembebasan lahan warga masih dalam proses penyelesaian. Dari total 333 nama yang terdata sebagai penggarap tanah di atas lahan Eks Hak Guna (HGU) PTPN II ini, 115 sudah menyetujui untuk diganti. Selebihnya masih dalam tahap musyawarah.

“Kami bersama dispora, BPN provinsi dan Deli Serdang sudah melakukan musyawarah kepada masyarakat khususnya yang menggarap dia atas lahan sport center untuk penetapan ganti kerugian. Dari 333 nama - nama yang sudah di data satu tahun yang lalu, sudah sekitar 115 sampai hari ini yang sudah setuju membuka rekening di bank untuk melaksanakan ganti rugi. Sedangkan yang belum, mungkin tidak sesuai antara pendataan di buku dengan di lapangan. Mudah – mudahan nantinya dapat diperbaharui,” jelas Avro.

Sebelumnya pemprov Sumut telah membeli lahan senilai Rp 152 miliar dari lahan Eks HGU milik PTPN II di Desa Sena seluas 300 hektar. Awalnya groundbreaking sport center Sumut direncanakan mulai Februari lalu. Pandemik Covid -19 mengharuskan rencana tersebut baru akan terealisasi pada 14 Agustus 2020.  Untuk total anggaran pembangunan sport center diperkirakan menghabiskan dana sebesar Rp 7,8 triliun yang berasal dari APBN, APBD, dan Pemerintah Badan Usaha. (Joko Saputra)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00