Edy Rahmayadi Ingin Kembalikan Kejayaan Sumut sebagai Pencetak Atlet Berbakat

KBRN, Medan : Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi ingin mengembalikan kejayaan Sumut sebagai pencetak atlet berbakat.

"Kita tentu ingin kejayaan Sumut kembali lagi sebagai pencetak atlet berbakat,” kata Edy Rahmayadi pada acara sosialisasi Perpres Nomor 86 Tahun 2021 yang dihadiri Menpora Zainudin Amali, di Medan, Sabtu (4/12/2021).

Sumut bersama dengan sembilan provinsi lain yang terpilih tercantum di Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) dengan payung hukum Perpres Nomor 86 Tahun 2021.

Edy Rahmayadi mengatakan bahwa DBON merupakan jawaban permasalahan pengembangan olahraga di Sumut. Sumut yang dikenal sebagai pencetak atlet bertalenta harus memiliki sistem yang baik agar terus bisa meregenerasi dan meningkatkan kualitas atletnya.

“Kita tentu bangga Sumut dipilih dari 34 provinsi di Indonesia. Ada sekitar 15 juta penduduk kita, karena itu kita perlu bekerja bersama-sama karena saat ini kita sudah memiliki panduan yang jelas, terstruktur dan sistematis," ujarnya.

Dengan terpilihnya Sumut sebagai salah satu provinsi yang masuk ke program DBON, Edy Rahmayadi berharap pembangunan fasilitas, sarana dan prasarana olahraga terus berkembang. Dia juga berharap koordinasi Pemprov Sumut dengan kabupaten/kota semakin erat untuk menyukseskan program Kemenpora ini.

“Ini butuh koordinasi kuat Pemkab dan Pemko, kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri karena ini sistematis,” katanya.

Menpora Zainudin Amali sebelumnya mengatakan, pemilihan daerah yang tercantum di DBON, dilakukan Kemenpora berdasarkan kriteria-kriteria tertentu yang dirumuskan pakar-pakar olahraga

Sumatera Utara merupakan daerah ketujuh yang didatangi Kemenpora, dan masih ada tiga daerah lagi. 

"Kenapa Sumut, karena kita melihat sejarah dari yang ada bahwa Sumatera Utara sejak dulu menjadi penyumbang atlet-atlet nasional. Banyak atlet-atlet yang berkiprah di tingkat internasional berasal dari Sumut,” kata Zainudin.

Melalui DBON masing-masing daerah akan memiliki panduan dalam menelurkan atlet bibit-bibit unggul secara sistematis dari tingkatan Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan hingga struktur yang paling kecil. Dengan cara seperti ini pengembangan dan pembinaan atlet akan lebih terarah karena selama ini menurut Zainudin belum ada sistem terpadu yang dibentuk untuk mengembangkan olahraga.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar