PBSI Sumut Siapkan Bonus Besar Bagi Atlet Berprestasi di PON Papua

KBRN, Medan: Pengurus Provinsi PBSI Sumatera Utara (Sumut) menyiapkan bonus besar untuk kontingen bulutangkis Sumut jika berhasil meraih medali di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 Papua.

Hal itu disampaikan langsung Ketua Umum (Ketum) Pengprov PBSI Sumut, Drs. Suripno Ngadimin, didampingi Wakil Ketum 2, Hotman Kosnen, dan Sekum Edi Ruspandi, saat melepas para patriot bulutangkis Sumut di GOR PBSI Sumut, Medan, Jumat (1/10/21).

"Saya sebagai ketum berjanji akan memberi bonus jika berhasil membawa pulang medali. Kalau angkanya kurang etis disebutkan. Tapi saya berjanji akan memberikan bonus cukup besar jika mereka berhasil bawa pulang medali," ujarnya kepada awak media.

Lanjut Suripno, pihaknya tidak menargetkan jumlah medali. Sebab pihaknya menyadari cabang olahraga tepok bulu ini masih didominasi atlet-atlet asal Pulau Jawa.

"Targetnya bawa pulang medali. Sebab terakhir kali Sumut raih medali saat PON Kaltim (Kalimantan Timur) 2008 silam (perunggu). Soal jumlah, tidak bisa kita pastikan. Karena persaingan, Jawa masih mendominasi," ungkapnya.

Maka dari itu, sambung Suripno, pihaknya berpesan untuk tidak gentar menghadapi setiap lawan. Karena ranking (PBSI) bukan jadi barometer saat di lapangan.

"Tapi semangat juang, keyakinan menguasai lawan dan lapangan dan utamakan tugas mengharumkan nama daerah. Terlebih semua atlet kita di PON kali ini asli putra daerah Sumut," imbuhnya.

Sementara Sekum Pengprov PBSI Sumut, Edi Ruspandi, men pihaknya mengirimkan 8 atlet (beregu putra) dan 2 pelatih di pesta olahraga empat tahunan kali ini.

"Atletnya Enzi Shafira, Arya Kusuma, Aldo Alfiansyah, Tedi Handoko, Ari Kusuma, Bobby Alfiero, M Robby Darwis dan Yufi Virgyanda. Sementara pelatih yakni Yulistian Hadi dan Danang Hariandika," sebutnya.

Lebih lanjut Edi menambahkan, cabang bulutangkis PON Papua akan memulai pertandingannya pada 5 Oktober (di awali kategori beregu) berakhir pada 13 Oktober mendatang di GOR Waringin, Kota Jayapura.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00