Cuaca Tak Menentu di Mimika, Memacu Adrenyali Atlet Terbang Layang di PON

KBRN, Mimika: Hujan deras yang mengguyur landasan pacu di Bandara Mozes Kilangin, Kabupaten Mimika pada Sabtu (2/10) sore waktu setempat, membuat perlombaan cabang olahraga Terbang Layang ditunda. Seluruh pesawat masing - masing peserta terlihat masih diparkir di area Hanggar Bandara Mozes.

Sesuai jadwal, untuk nomor Precision landing atau ketepatan mendarat double putri dan durasi flight single putra, harusnya dilaksanakan sore hari pada pukul 16.00 WIT. Namun hingga pukul 16.30 WIT, cuaca masih buruk karena diselimuti awan tebal. Pelaksanaan lomba harus dihentikan karena kondisi landasan pacu yang basah ditambah kondisi cuaca yang berisiko untuk dilakukan penerbangan. Sebelumnya, kelas durasi single putra dan durasi single putri yang sempat tertunda, juga sudah dilaksanakan pagi hari. 

Sementara hingga hari ini, total sudah tiga nomor yang selesai dipertandingkan, dari total 12 nomor yang ada. Untuk nomor ketepatan mendarat single seater putra, medali emas direbut tuan rumah Papua melalui atletnya Andri Abdul Rohman dengan total nilai 2444,13 poin. Medali perak diraih Camar dari Jawa Timur dengan total nilai 2440,95 poin, dan medali perunggu diraih Ghazi Satriando dari DKI Jakarta dengan total nilai 2435,80 poin.

Sementara di nomor ketepatan mendarat single putri, medali emas diraih DKI melalui Monica dengan total nilai 2426,43 poin. Perak juga diraih rekannya dari DKI Jakarta, Adhitya dengan 2337,13 poin, dan Jabar meraih perunggu melalui Ina dengan 2304, 17 poin. Sedangkan di ketepatan mendarat mix double, medali emas menjadi milik Irvan/Almira asal Papua dengan 1122,22 poin. Sedangkan Perak Jawa Tengah melalui Yudha/Navietri dengan nilai 1115,04 poin. 

Asisten Pelatih DKI Jakarta, Franciscus Xaverius Feri mengakui banyak kendala yang dihadapi. Selain venue yang terpaksa pindah dari Lanud TNI AU ke bandara Mozes, faktor cuaca juga sangat menentukan. Hal ini tentu berpengaruh pada kesiapan atlet.

"Banyak banget. Jadi kendala cuaca juga. Kalo di Jawa itu selesainya satu minggu. tapi kalo di sini cuma 2 jam karena landasan pacunya untuk penerbangan komersil," kata Feri. 

Pada cabor aerosport di terbang layang, Feri mengakui untuk target sendiri sulit diprediksi. "Di sini kan serba terbatas, ya bersyukur kita dapat medali emas, perak, dan perunggu dari dua nomor," ujarnya. 

Cabor aerosport disiplin Terbang Layang semula dilaksanakan di Lanud Yohanis Kapiyau TNI AU mulai 23 September - 6 Oktober 2021. Namun, pertandingan dipindahkan ke Bandara Mozes Kilangin, Mimika karena jalur pendaratan di Lanud Yohanis belum selesai. 

Sementara tuan rumah Papua unggul dengan 2 emas. Diikuti DKI Jakarta dengan 1 emas, 1 perak, 1 perunggu. Kemudian Jateng dan Jatim masing - masing 1 perak dan Jabar 1 perunggu. Total cabor aerosport disiplin terbang layang memperebutkan 12 emas, 12 perak, dan 12 perunggu. Terdiri dari nomor ketepatan mendarat terdiri dari perorangan dan double putra/putri, ketepatan mendarat double putra beregu, dan ketepatan mendarat campuran. Kemudian untuk nomor durasi terbang terdiri dari perorangan dan double putra/putri, durasi terbang double putra beregu dan campuran. (Joko Saputra)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00