Ansyari Ambil Sisi Positif Putusan PSSI Kembali Tunda Kompetisi

KBRN, Medan: Kabar pengunduran jadwal liga untuk kedua kalinya membuat sejumlah pihak kecewa. Tak terkecuali pemain dan pelatih PSMS Medan. Di balik persiapan yang terus dilakukan, namun kepastian jadwal kompetisi masih terus berubah. Kendati tak adanya jadwal pasti dari PSSI, pelatih PSMS, Ansyari Lubis tetap mengambil hal positif dari putusan tersebut. 

"Artinya gini, kita tim pelatih dan pemain pasti ada merasa kecewa karena kita sudah memperaiapkan diri untuk bulan Juli ini yang rencananya Liga 2 diputar. Tapi itu bukan berarti kita tidak serius tidak berlatih karena ini juga kita ambil sisi positifnya karena persiapan kita juga bisa lebih matang bisa lebih punya banyak waktu kita untuk merancang yang lebih baik dari segi teknikal maupun kondisi fisik pemain," tegasnya kepada awak media usai menggelar latihan di Stadion Mini Kebun Bunga, beberapa waktu lalu. 

Di balik itu semua, pelatih yang akrab disapa Uwak itu mengaku harus bijak dalam menjaga mood pemainnya. Di satu sisi, hal ini tentu sangat berdampak pada psikologis pemain yang sudah lama merindukan kompetisi liga Indonesia bisa berjalan setelah satu tahun mengalami vakum. "Sebagai pelatih harus pintar-pintar juga mood pemain karena biar bagaimanapun dengan diundurnya ini psikologis pemain pasti berdampak. Ini yg harus kita jaga mood mereka supaya mereka tetap punya semangat untuk berfikir kompetisi ini tetap ada," ujarnya. 

Uwak juga tak ingin berpolemik menyalahkan pemerintah atas putusan melakukan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) demi mengurangi angka penyebaran Covid 19 yang berakibat akan pengunduran jadwal Liga 1 dan Liga 2. 

"Kita juga gak bisa nyalahkan pemerintah, kondisinya juga seperti ini. Pandeminya luar biasa. Ya mudah-mudahan apa yang dilakukan oleh pemerintah ini bisa cepat selesai dan ini pastinya akan berdampak kepada sepakbola Indonesia termasuk PSMS," harapnya.

Disinggung penundan mendatangkan empat pemain termasuk dua naturalisasi, Uwak sependapat dengan manajemen. "Managemen memutuskan dipending. Saya kira itu juga langkah yang tepat  yang dibuat managemen. Saya kira dengan ditundanya kompetisi yang terus molor, ini berdampak dengan finansial kita. Semua berdampak baik liga 1 dan 2. Kita juga terfikir dengan tahun semalam begitu hebatnya PSMS mengelola tim, liga ditunda. Nah sekarang hal itu terjadi lagi jadi kita saling support antara pelatih management dan pelatih," ujarnya mengakhiri.

Sementara itu kekecewaan juga hadir dari salah satu pemain PSMS, Afiful Huda. Namun, dirinya tetap yakin jika kompetisi Liga 2 tetap akan berjalan musim ini. Hanya saja, dirinya kurang setuju jika adanya wacana pengurangan gaji seperti musim lalu, yakni 25 persen di masa pandemi. 

"Tetap yakin sih Liga 2 bisa berjalan. Hanya saja kalau rencana pengurangan gaji seperti tahun lalu kita sebagai pemain, jujur kurang setuju.  Apalagi ritme latihan kan sama. Jadwal kompetisi juga ada gambaran waktunya. Harapannya sih badai covid cepat berlalu dan kita bisa kembali merasakan atmosfer sepakbola," harapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00